Senin, 13 Apr 2020 12:39 WIB

Mahasiswa UNY Racik Lotion Anti Bau Kaki dari Kulit Salak

Sukma Indah Permana - detikHealth
Menghilangkan bau kaki di musim hujan Ilustrasi bau kaki (Foto: Thinkstock)
Yogyakarta -

Sekelompok mahasiswa Fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengembangkan lotion dari bahan alam untuk mengatasi bau kaki. Salah satu bahan yang digunakan yakni kulit salak.

Kelompok ini terdiri dari Aditia Pramudia Sunandar dan Rahmanisa Laila Fitri dari Prodi Pendidikan Biologi serta Asmi Aris dari Prodi Pendidikan Kimia memanfaatkan kulit salak (Salacca zalacca) sebagai salah satu tanaman alam yang berpotensi sebagai antimikroba. Kulit salak yang yang biasanya tidak terpakai lagi juga mengandung senyawa yang dapat berguna sebagai antibakteri.

Menurut Aditia, hasil uji fitokimia menunjukkan daging dan kulit buah salak mengandung senyawa flavonoid, tanin dan alkaloid.

"Senyawa yang tidak terkandung pada kulit salak adalah saponin, steroid serta triterpenoid," kata Aditia dalam keterangan tertulis yang dikirim Humas UNY, Senin (13/4/2020)

"Kulit buah salak berpotensi sebagai obat tradisional karena senyawa yang dikandungnya berupa senyawa flavonoid yang dapat menurunkan kadar gula darah," lanjutnya.

Rahmanisa Laila Fitri menambahkan kulit buah salak dapat digunakan sebagai senyawa antibakteri karena mengandung flavonoid, tanani, dan alkaloid. Flavonoid berperan sebagai antivirus, antibakteri, antiradang, dan antialergi.

"Flavonoid berperan sebagai antivirus, antibakteri, antiradang, dan antialergi," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asmi Aris menjelaskan, bahan yang digunakan untuk membuat lotion kulit salak antara lain kulit salak, etanol, nutrient agar (NA), aquades, Kultur jamur Trichophyton mentagophytes, Sabouraud Dextrose Agar (SDA), NaOH 0,01 N, HCl 0,01 N, amoxicilyne 500 mg, Cloromphenicol 10 persen, n-heksana, setil alkohol, asam stearat, Butylated hydroxytoluene (BHT),Virgin Coconut Oil (VCO), Trietanolamin (TEA), alkohol, kertas payung, plastic wrap, alumunium foil, tissue, masker, dan Nipagin.

Penelitian yang berhasil meraih dana penelitian dari Fakultas MIPA UNYini dilakukan di Laboratorium Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY untuk prosedur ekstraksi dan Laboratorium Mikrobiologi jurusan Pendidikan Biologi untuk pengujian penghambatan jamur Trichophyton mentagrophytes.

Langkah pertama penelitian tersebut adalah mengesktraksi kulit salak, lalu pembuatan media, uji antifungi, delipidasi ekstrak menggunakan n-heksana dan formulasi sediaan lotion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kulit salak yang mengandung flavonoid dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan jamur ini, karena flavonoid ini membantu merusak spora-spora yang ada di jamur. Dalam lotion juga ada berbagai bahan, ada bahan yang berperan sebagai pelembab dan ada yang menyerap air.

Penggunaan bahan ini bertujuan agar kaki tetap lembab, tidak terlalu basah dan terlalu kering. Dan selain itu lotion kulit salak juga mampu mencegah pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermidis penyebab bau pada kaki.



Simak Video "Wow! Ternyata Cokelat Bisa Harumkan Kaki"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/up)