Senin, 13 Apr 2020 14:34 WIB

Benarkah Virus Corona Bisa Memicu Kerusakan Otak? Dokter Saraf Menjawabnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi asah otak Benarkah virus Corona dapat menyebabkan gangguan otak? (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Baru-baru ini sebuah studi di China mengungkap adanya kerusakan otak dan sistem saraf yang dialami pasien Corona di Wuhan. Dampaknya disebut bisa mengalami gangguan kesadaran hingga kejang.

Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, dr Mursyid Bustami, SpS (K) KIC MARS, membenarkan bahwa pasien Corona berisiko mengalami gangguan pada otak dan saraf. Hal ini disebut berkaitan dengan badai sitokin.

Menurutnya, virus Corona COVID-19 saat menyerang saluran pernapasan akan mendapatkan perlawanan dari reaksi imunitas tubuh. Namun reaksi imunitas tersebut bisa muncul secara berlebihan.

"Nah reaksi imunitas ini kadang-kadang berlebihan munculnya, jadi berlebihan produksi sitokin ini melawan kuman dari virus yang masuk ke dalam tubuh, tapi sitokin ini beraksi berlebihan seperti membabi buta yang disebut dengan badai sitokin," ujarnya saat dihubungi detikcom Senin (12/4/2020).

"Inilah yang jelek terhadap tubuh, nah salah satunya menyerang organ-organ penting di tubuh jadi bisa di jantung bisa di otak juga. Sehingga pada orang-orang dengan gejala virus Corona COVID-19 yang berat bisa jadi penurunan juga ke sana ya," lanjutnya.

Disebutnya, pasien Corona yang mengalami gangguan pada otak juga akan mengalami penurunan kemampuan fungsi otak.
"Kemampuan dari fungsi otak akan menurun misalkan penurunan kemampuan kesadaran. Ada beberapa teori yang mengatakan bahwa COVID-19 sendiri juga ada berisiko timbulnya kejadian stroke, tapi ini butuh penelitian lebih dalam tentunya," tutupnya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)