Selasa, 14 Apr 2020 08:10 WIB

WHO Tak Rekomendasikan Pemberian Vaksin BCG untuk Tangkal Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Virus corona: Vaksin sudah tersedia bila ilmuwan melanjutkan penelitian vaksin untuk SARS dan MERS Riset vaksin untuk virus Corona COVID-19 dikebut. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) yang umumnya dipakai untuk melawan tuberkulosis kini mendapat sorotan di tengah pandemi virus Corona COVID-19. Beberapa ahli menyebut bahwa vaksin ini dapat meningkatkan imunitas secara umum sehingga bisa bermanfaat cegah berbagai infeksi.

Sebagai contoh di Australia ribuan tenaga medis dilaporkan menjalani imunisasi dengan vaksin BCG. Tujuannya untuk melindungi mereka dari infeksi Corona COVID-19, sehingga dapat kembali bekerja lebih cepat.

Terkait hal tersebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak merekomendasikan negara-negara langsung menerapkan penggunaan vaksin BCG. Alasannya karena masih perlu bukti lebih lanjut bahwa vaksin ini benar-benar bermanfaat.

"Karena absennya bukti, WHO tidak merekomendasikan vaksin BCG untuk cegah COVID-19. WHO tetap merekomendasikan vaksin BCG ini untuk bayi di negara yang tingkat kejadian tuberkulosisnya tinggi," tulis akun Twitter resmi WHO.

"Vaksin BCG bisa mencegah infeksi tuberkulosis parah pada anak-anak. Oleh sebab itu bila ada pengalihan suplai lokal kemungkinan bayi jadi tidak bisa imunisasi dan ini akan meningkatkan angka penyakit dan kematian karena tuberkulosis," lanjut WHO seperti dikutip pada Selasa (14/4/2020).

Saat ini sedang berjalan dua uji klinis terkait manfaat vaksin BCG terhadap infeksi virus Corona. WHO berjanji akan mengevaluasi rekomendasinya ketika dua uji klinis tersebut sudah membuahkan hasil.



Simak Video "Tantangan Pengendalian TBC di Masa Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)