ADVERTISEMENT

Selasa, 14 Apr 2020 10:44 WIB

Dokter di New York Gunakan Obat Stroke untuk Pasien Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi obat Dokter gunakan obat stroke untuk pasien virus corona yang mengalami gumpalan darah di paru-paru. (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang dokter di Rumah Sakit Mount Sinai, New York, hampir putus asa saat mengobati salah satu pasien virus Corona COVID-19. Pasien tersebut mengalami penggumpalan darah hingga menyumbat paru-parunya.

Dokter bernama Hooman Poor akhirnya memutuskan memberikan obat stroke. Obat ini diberikan untuk menghancurkan gumpalan darah yang terjadi pada paru-paru pasien.

"Saat itulah aku memutuskan untuk tidak hanya memberikan obat pengencer darah, tapi juga penghancur gumpalan darah," ujar Dr Poor yang dikutip dari Daily Star.

Dr Poor menggunakan obat bernama tPA (tissue Plasminogen Activator) untuk memecah atau melarutkan gumpalan-gumpalan darah. Obat ini biasanya digunakan untuk penderita stroke.

Ia mencampurkan tPA dengan dosis yang kecil bersama pengencer darah selama 24 jam. Setelah 20 menit injeksi dilakukan, kadar oksigen pada pasien naik tapi itu tidak berlangsung lama.

"Dia sempat membaik. Tapi, kemungkinan setelah dipecahkan, gumpalan (darah) itu terbentuk lagi," kata Dr Poor.

Beberapa hari kemudian pasien meninggal karena adanya komplikasi lain. Keputusan yang diambil Dr Poor cukup ekstrim, mengingat sudah tidak ada waktu lagi untuk menolong pasien yang sakit parah.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT