Selasa, 14 Apr 2020 18:05 WIB

Petinggi WHO: Virus Corona 10 Kali Lebih Berbahaya dari Flu Babi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menggantikan Margaret Chan. Dirjen WHO Tedros Adhanom. (Foto: REUTERS/Denis Balibouse)
Jakarta -

Pandemi Corona yang saat ini terjadi semakin menyebar ke berbagai negara dan wilayah. Oleh karena itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom mengarahkan untuk terus mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan virus baru tersebut.

Tak hanya itu, WHO pun menyebutkan bahwa wabah virus Corona COVID-19 ini 10 kali lebih berbahaya dibandingkan wabah flu babi (H1N1) yang terjadi pada 2009 lalu. Korban yang meninggal karena flu babi mencapai 18.500 orang, sedangkan virus Corona diperkirakan hampir 115.000 orang.

"Kami tahu bahwa COVID-19 menyebar dengan cepat dan kami tahu itu mematikan. Itu (COVID-19) 10 kali lebih mematikan daripada pandemi flu yang terjadi pada 2009 (H1N1)," katanya yang dikutip dari The Star.

Diketahui, flu babi pertama kali ditemukan di Meksiko dan Amerika Serikat pada Maret 2009 lalu. Sementara COVID-19, ditemukan pertama kalinya di Wuhan, China pada akhir Desember 2019.

Untuk membantu mencegah lebih banyaknya korban akibat COVID-19, Tedros menghimbau masyarakat yang ada di seluruh dunia untuk melakukan langkah-langkah pengendalian serta pencegahan.

"Langkah-langkah pengendalian harus mulai dilakukan dan dikontrol. Pada akhirnya, kita memerlukan vaksin yang aman dan efektif agar bisa menghentikan transmisi ini sepenuhnya," ungkapnya.



Simak Video "Nasib Akupunktur di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)