Rabu, 15 Apr 2020 05:30 WIB

Benarkah Pandemi Berulang Tiap 100 Tahun?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
viral siklus pandemi Viral siklus pandemi berulang tiap 100 tahun (Foto: UYUNG)
Jakarta -

Sebuah infografis beredar di media sosial, menyebut bahwa dunia mengalami pandemi dengan pola berulang tiap 100 tahun. Disebutkan, virus Corona COVID-19 merupakan babak terbaru dalam siklus tersebut.

Beredar dengan beberapa variasi, infografis viral yang tidak diketahui asal usulnya tersebut menyebut 4 pandemi:

  • 1720: Black Death, beberapa versi hanya menyebut plague atau pes
  • 1820: Kolera
  • 1920: Flu Spanyol
  • 2020: Virus Corona COVID-19

Benarkah ada pola seperti itu?

Tidak akurat

Dikutip dari WHO.int, Black Death dikenal sebagai pandemi pes di abad ke-14 yang menewaskan lebih dari 50 juta orang di Eropa. Penyakit ini pertama kali mewabah antara tahun 1347-1351, bukan 1720 seperti disebut dalam beberapa versi infografis siklus pandemi 100 tahun yang viral.

Wabah pes memang pernah terjadi pada 1720, tepatnya di Prancis. Dikenal sebagai Great Plague of Marseille, dan menewaskan lebih dari 126.000 orang di Eropa. Karena sebagian besar kasus ditemukan di Prancis, wabah ini tidak dikategorikan sebagai pandemi.

Pandemi kolera di abad ke-19 juga tidak dimulai pada 1820, melainkan pada 1817. Jutaan orang tewas akibat pandemi yang bermula di Kalkuta, di sepanjang Sungai Gangga, tersebut.

Flu Spanyol yang disebabkan oleh virus H1N1 menyebar bukan cuma di tahun 1920, melainkan sejak 1918-1919. Sebanyak 500 juta orang atau nyaris sepertiga penduduk dunia terinfeksi virus ini. Dengan kematian mencapai 50 juta orang di seluruh dunia, flu spanyol tercatat sebagai salah satu pandemi paling buruk sepanjang sejarah.

Ada banyak pandemi lain

Di luar 4 pandemi yang diklaim dalam infografis, sebenarnya ada banyak pandemi lain yang tidak mengikuti siklus 100 tahun. Pandemi kolera misalnya, terjadi beberapa kali sejak mewabah di India pada 1817.

Siklus 100 tahun juga tidak terlihat jika memperhitungkan sejumlah pandemi lain dalam sejarah, misalnya flu babi atau H1N1 pada 2009.



Simak Video "WHO Minta Tiap Negara Transparan soal Kasus COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)