Kamis, 16 Apr 2020 10:41 WIB

RS Khusus Corona di Wuhan Ditutup Setelah Pasien Terakhir Dinyatakan Sembuh

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah pasien virus corona di Wuhan mulai dipindahkan ke RS Huoshenshan. Rumah sakit darurat tersebut dibangun hanya dalam waktu 10 hari. Penampakan saat RS khusus corona di Wuhan di bangun dalam 10 hari. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Rumah Sakit Leishenshan yang khusus menangani pasien terinfeksi virus Corona COVID-19 di Wuhan ditutup pada Rabu (15/4/2020) setelah empat pasien terakhir dipindahkan ke Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan.

Wang Xinghuan, presiden rumah sakit, mengatakan rumah sakit tidak akan dibongkar dan akan tetap siaga setelah desinfeksi menyeluruh.

"Ini adalah titik balik penting dari pertempuran Wuhan melawan COVID-19 sehingga jumlah pasien di rumah sakit kami turun menjadi nol dan rumah sakit ini berkinerja baik bahkan dalam skala global," ujar Wang dikutip dari China Daily.

Menurut Wang, RS Leishenshan menerima total 2.011 pasien virus Corona dengan jumlah kasus serius mencapai 45 persen. Tingkat kematian keseluruhan rumah sakit adalah sekitar 2,3 persen.

Yuan Yufeng, wakil presiden rumah sakit, mengatakan satu dari empat pasien yang pindah pada hari Selasa berusia 80 tahun dan dua orang berusia 70-an.

"Keempatnya dites negatif untuk virus corona baru, tetapi masih perlu perawatan lebih lanjut untuk penyakit dasar mereka," kata Yuan.

Beberapa waktu lalu, sebagai episentrum pertama wabah virus Corona, Wuhan memutuskan membangun rumah sakit pada 25 Januari. Rumah sakit dengan kapasitas 1.600 tempat tidur selesai dibangun dalam waktu kurang dari dua minggu.



Simak Video "Cerita Haru Dokter-Pasien Sembuh dari COVID-19 di Wuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)