Kamis, 16 Apr 2020 13:48 WIB

Daftar Negara yang Mulai Longgarkan Lockdown di Tengah Pandemi Corona

Anjar Mahardhika - detikHealth
Kebijakan lockdown di kawasan Wuhan berakhir pada 8 April 2020. Area transportasi seperti stasiun hingga bandara di wilayah itu pun kembali ramai oleh penumpang. Daftar negara yang mulai longgarkan lockdown di tengah pandemi Corona. (Foto ilustrasi: AP Photo/Ng Han Guan)
Jakarta -

Pandemi virus Corona COVID-19 hingga kini jumlahnya terus meningkat. Kasus positif Corona kini menembus angka dua juta. Angka kematian akibat virus Corona pun mencapai 130 ribu dan 510 ribu dinyatakan sembuh.

Untuk menekan penyebaran virus Corona, banyak negara yang mulai memperpanjang kebijakan lockdown. Namun, di tengah kasus yang terus meningkat justru ada beberapa negara yang mulai melonggarkan bahkan mencabut kebijakan lockdown untuk mulai beraktivitas secara normal.

Berikut beberapa negara yang melonggarkan dan mencabut kebijakan lockdown dirangkum detikcom dari berbagai sumber:

Jerman

Mulai Senin (20/4/2020) pemerintah Jerman akan kembali membuka kios-kios penjualannya. Sedangkan sekolah akan mulai dibuka kembali pada 4 Mei mendatang secara bertahap. Negara ini memprioritaskan pembukaan sekolah dasar dan sekolah menengah. Meskipun begitu Jerman tetap melarang warganya untuk berkumpul di area publik dan tetap mengedepankan social distancing.

Italia

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte telah menandatangani keputusan pemerintah pada 10 April lalu untuk mengizinkan kembali bukanya beberapa toko di antaranya toko buku, toko alat tulis dan toko pakaian. Menurut Gianni Rezza, Direktur Penyakit Menular dari National Health Institute (ISS) kebijakan ini diambil karena tren kasus positif mengalami penurunan begitu juga dengan tingkat kematian.

Nantinya setiap toko yang buka harus tetap menghormati peraturan yang dirancang untuk menekan penyebaran virus Corona di antaranya membuat pembersih tangan sendiri, memakai masker, hingga memakai sarung tangan sekali pakai.

Spanyol

Sebanyak 300.000 orang diperkirakan telah kembali bekerja di wilayah Madrid. Konstruksi dan industri lain telah diizinkan untuk kembali dibuka. Sedangkan untuk toko, bar, dan restoran tetap tidak diizinkan beroperasi. Polisi Spanyol pun turut mendistribusikan lebih dari 10 juta masker di tempat umum seperti stasiun metro dan halte bus.

Denmark

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, mempercepat keputusan untuk mencabut keputusan pembatasan di negaranya. Kebijakan ini diambil setelah jumlah kasus positif virus Corona yang semakin rendah.

Pada konferensi pers hari Selasa (14/4/2020) Mette mengatakan secara perlahan kembali membuka pembatasan. Salah satunya dengan mengizinkan anak untuk sekolah. Sedangkan tempat umum seperti gereja, bioskop, hingga pusat perbelanjaan masih tetap ditutup.

Republik Ceko

Pada 6 April lalu, pemerintah Ceko mengatakan beberapa toko akan kembali dibuka. Fasilitas olahraga luar ruangan pun telah dibuka. Nantinya pemerintah akan secara bertahap melonggarkan pembatasan dengan membuka sekolah, pasar, dealer mobil bahkan mengizinkan pernikahan meski hanya bisa dihadiri 10 orang.

China

Pemerintah China pada 8 April lalu telah mencabut lockdown di Wuhan. Warga dapat meninggalkan rumah meskipun dengan syarat yang terdapat pada aplikasi ponsel. Dalam aplikasi tersebut warga yang mendapat QR hijau yang diperbolehkan keluar rumah.

Pemerintah setempat juga mulai membuka penghalang jalan, dan pengoperasian kembali transportasi umum. Meskipun belakangan ini timbul kekhawatiran gelombang kedua virus Corona yang ditandai munculnya beberapa kasus positif baru.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)