Kamis, 16 Apr 2020 17:13 WIB

Amankah Merencanakan Kehamilan di Tengah Pandemi Corona?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
ilustrasi ibu hamil Ada beberapa pertimbangan sebelum merencanakan hamil saat pandemi Corona. (Foto: iStock)
Jakarta -

Hampir setiap pasangan mempunyai harapan memiliki keturunan. Karena itu tak heran banyak pasutri sudah merencanakan program kehamilan (promil) di tahun pertama pernikahan.

Namun keputusan untuk memiliki momongan bagi pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak tampaknya menjadi pertimbangan serius, khususnya di tengah pandemi virus Corona. Saat ini banyak pasangan yang bertanya-tanya apakah harus menunda kehamilan atau tetap melanjutkan promil?

"Kalau untuk promil sebenarnya, pada saat di rumah dan aktivitasnya tidak harus keluar lebih sering dan tetap di rumah sebagai upaya membantu pemerintah menangani COVID-19, saya kira tidak menjadi masalah (untuk hamil)," tutur ahli kandungan dr Ivan Sini, SpOG, dalam sebuah webminar, Kamis (16/4/2020).

Hanya saja memang di situasi seperti sekarang ini pasien tidak dianjurkan sering bolak-balik ke rumah sakit karena memperhitungkan faktor keamanan dan keselamatan. Meski tak ada larangan khusus untuk hamil tapi ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan pasien sebab penelitian efek COVID-19 pada ibu hamil masih sangat minim.

"Meminimalkan kunjungan ke klinik, selebihnya bisa konsultasi seperti telemedicine," sebutnya.

Menurut para ahli yang tergabung dalam American College of Obstetricians and Gynaecologists, masih belum jelas apakah pasangan harus menunda hamil untuk sementara waktu atau tidak. Sehingga keputusan untuk merencanakan kehamilan tergantung dari pasangan dan saran dari dokter kandungan.

Namun American Society for Reproductive Medicine menyarankan agar wanita yang memiliki riwayat masalah jantung dan paru-paru agar tidak merencanakan hamil di tengah pandemi. Sebab akan sangat berisiko baik bagi ibu dan janinnya.



Simak Video "Corona Diprediksi Bisa Tingkatkan Kasus Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)