Jumat, 17 Apr 2020 06:00 WIB

Kematian akibat Corona di 5 Negara Ini Lampaui Jumlah Pasien Sembuh

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Hingga saat ini lebih dari 70 persen kasus virus Corona COVID-19 dilaporkan sembuh di seluruh dunia. Namun sayangnya terdapat beberapa negara yang melaporkan lebih banyak kasus meninggal di negaranya.

Setidaknya ada tujuh negara yang melaporkan kasus meninggal lebih banyak daripada kasus sembuh. Berdasarkan data Worldometers pada Kamis (16/4/2020) malam hari, berikut datanya:

Belanda

Belanda melaporkan total kematian sebanyak 3.315 kasus dari 29.214 kasus yang terkonfirmasi positif Corona. Sementara yang sembuh sebanyak 250 kasus.

Mengutip BBC, sebelumnya Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, sempat mendukung penuh penerapan 'herd immunity' yang menjadi perdebatan para ahli. Hal ini ia kaitkan dengan nasihat dari peneliti Inggris yang mengungkap rencana penerapan herd immunity secara luas di masyarakat sebelum akhirnya dibantah oleh para ahli lain, karena disebut bisa menewaskan 250 ribu jiwa.

"Kita bisa memperlambat penyebaran virus ini dan pada saat bersamaan membangun kekebalan populasi dengan terkendali," jelasnya saat mendukung herd immunity dalam sebuah pernyataan, 16 Maret lalu.

Meski begitu, Belanda dengan cepat memodifikasi penerapan tersebut beralih ke kebijakan 'lockdown cerdas' hingga 28 April mendatang, di mana Belanda membatasi aktivitas sekolah, universitas, tetapi beberapa toko masih diperbolehkan beroperasi seperti toko penjual bunga, material, dan toko penjual bahan pangan.

Portugal

Portugal melaporkan kasus meninggal sebanyak 629 kasus dari 18.841 kasus yang terkonfirmasi positif Corona. Sementara itu kasus sembuh lebih sedikit yaitu sebanyak 493 kasus.

Mengutip Bloomberg, Presiden Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa, pada hari Kamis lalu mengirim proposal resmi untuk memperpanjang keadaan darurat selama 15 hari hingga 2 Mei dalam menghadapi wabah Corona. Meski begitu Portugal diketahui belum sepenuhnya menghentikan kegiatan industri dan transportasi yang masih diizinkan untuk terus beroperasi.

"Kami harus sangat fokus pada pertarungan yang belum sepenuhnya kami menangi," ujar Rebelo de Sousa.

Swedia

Kasus kematian akibat Corona di Swedia mencapai 1.333 kasus. Jika dibandingkan dengan kasus sembuh, rentangnya cukup jauh karena kasus sembuh di Swedia hanya memiliki 381 kasus dari 12.540 orang yang terinfeksi Corona.

Mengutip CNN, seorang profesor epidemiologi di Universitas Gothenburg, Bo Lundback, mengatakan, "Pihak berwenang dan pemerintah disebut tidak percaya kalau pandemi Corona akan menyerang Swedia."

Berbeda dengan tetangganya, Nordik dan sebagian besar Eropa, Swedia belum memberlakukan 'lockdown' secara ketat. Sebaliknya, ia menyerukan warga untuk bertanggung jawab mengikuti pedoman 'social distancing' bersama dengan langkah-langkah yang lebih kuat seperti melarang pertemuan lebih dari 50 orang.

Lundback dan 21 peneliti lainnya mendesak pemerintah setempat untuk mempertimbangkan kebijakan langkah cepat dalam penanganan Corona di negaranya. "Swedia buruk atau bahkan tidak siap sama sekali," kata Lundback kepada AFP.

Norwegia

Perdana Menteri Norwegia mengklaim bahwa negaranya sudah mampu mengendalikan pandemi Corona. Meski begitu, faktanya saat ini Norwegia melaporkan kasus meninggal lebih banyak dibandingkan kasus sembuh yaitu sebanyak 150 kasus meninggal dari 6.798 kasus positif Corona dan 32 kasus sembuh.

"Kami sekarang sudah bisa mengendalikan virus Corona sehingga kami dapat membuka komunitas sedikit demi sedikit. Kami akan melakukannya bersama, dikendalikan, dan seiring waktu," begitu jelas Solberg dalam suatu konferensi pers, dikutip dari Forbes.

Panama

Panama melaporkan jumlah kasus meninggal Corona lebih banyak dibandingkan dengan kasus sembuh di negaranya. Meski begitu kasus kematian di Panama terbilang sedikit dibanding angka kematian di negara lain yaitu sebanyak 103 kasus meninggal, 75 sembuh, dari 3.751 kasus positif Corona.

Mengutip CNN, sebelumnya pejabat Panama sudah memerintahkan warganya untuk berdiam diri di rumah dan menerapkan social distancing. Bahkan kini kebijakan baru yang dibuat oleh pemerintah setempat adalah membatasi jumlah warga yang keluar berdasarkan jenis kelaminnya.

"Banyaknya jumlah orang yang berada di luar rumah mereka meskipun ada karantina nasional yang diwajibkan telah membuat pemerintah nasional mengambil tindakan yang lebih berat," begitu pernyataan Presiden Panama Laurentino Cortizo dalam akun Twitter-nya beberapa waktu lalu.



Simak Video "Daftar Negara yang Larang Masuk Penerbangan dari Afrika"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)