Jumat, 17 Apr 2020 07:30 WIB

Ratusan Pasien Sembuh Corona di Korsel Kembali Positif, Ini Kata Ahli

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Otoritas Korea Selatan (Korsel) melaporkan sedikitnya 116 orang yang telah sembuh dari virus Corona (COVID-19), kembali dinyatakan positif. Ratusan pasien sembuh Corona di Korsel kembali positif, ini kata ahli. (Foto ilustrasi: AP Photo)
Jakarta -

Mulai akhir Februari pejabat kesehatan Korea Selatan melaporkan adanya pasien yang kembali terinfeksi usai dinyatakan sembuh. Hingga Kamis lalu, setidaknya sudah ada 141 orang di Korea Selatan dinyatakan positif virus Corona COVID-19 untuk kedua kalinya.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan, kebanyakan dari mereka berasal dari Daegu di mana wabah Corona pertama kali muncul. 55 kasus di antaranya bahkan berusia 20 hingga 30-an.

"Dalam kasus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndroma (MERS), kami tidak melihat orang-orang positif kembali usai pemulihan penuh," kata Wakil Direktur KCDC Kwon Jun-wook, dikutip dari SCMP pada Jumat (17/4/2020).

"Virus Corona COVID-19 ini tampaknya sangat jahat dan lihai," lanjutnya.

Sementara itu Kim Woo-joo, seorang ahli penyakit menular di Rumah Sakit Universitas Korea, menjelaskan pasien yang kembali terinfeksi usai sembuh disebabkan adanya kemungkinan mutasi virus Corona COVID-19.

"Sekitar seperlima dari mereka adalah orang sehat dengan sistem kekebalan tubuh yang baik tetapi mereka masih dinyatakan positif virus Corona COVID-19 setelah mereka awalnya didiagnosis sembuh," kata Kim.

"Para peneliti sedang menguji sampel darah untuk menentukan apakah pasien terinfeksi ulang karena mereka memiliki masalah dengan sistem kekebalan mereka sendiri atau virus telah bermutasi entah bagaimana untuk menghindari sistem pertahanan tubuh," ungkapnya.

Namun, Kim mengatakan bahwa walaupun kecil kemungkinannya, kondisi 'reinfeksi' bisa saja terjadi pada pasien sembuh Corona.

"Dalam dua hingga tiga minggu setelah infeksi, tubuh memproduksi antibodi. Tapi ini tidak selalu terjadi," katanya.

"Misalnya, sekitar lima persen orang yang divaksinasi hepatitis B tidak menghasilkan antibodi dalam darah mereka. Dan beberapa orang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 tidak menghasilkan antibodi terhadap agen dan mereka dapat terinfeksi kembali oleh virus," lanjutnya.



Simak Video "Respons Tubuh Terhadap Infeksi Virus Corona COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)