Jumat, 17 Apr 2020 08:00 WIB

Riset Unpad: Terdampak Corona, 47 Persen Mahasiswa Alami Gejala Depresif

Anjar Mahardhika - detikHealth
ilustrasi wanita depresi Riset unpad sebut sebanyak 47 persen mahasiswa alami gejala depresif. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Pandemi Corona menimbulkan dampak yang cukup serius bagi banyak orang, salah satunya mahasiswa. Sebuah asesmen yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung menunjukkan sebanyak 47 persen mahasiswa alami gejala depresif di tengah pandemi Corona.

Gejala depresif sendiri merupakan gangguan serius yang menghambat aktivitas kerja otak, bukan hanya sekedar timbul perasaan murung atau sedih dalam beberapa hari. Gejalanya ditandai dengan perubahan pola tidur makan, perubahan berat badan, gangguan konsentrasi, anhedonia atau kehilangan minat apapun, lelah, perasaan putus asa, hingga keinginan bunuh diri.

Ketua Prodi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung (UNPAD), Dr Deni K Sunjaya, mengatakan selain melakukan penelitian terhadap virus Corona, para peneliti juga harus meneliti dampak yang ditimbulkan virus ini.

Baca juga:

"Pada suatu wabah atau bencana kesehatan atau darurat kesehatan ini maka kita perlu melakukan monitoring terhadap penyakit itu sendiri tetapi juga terhadap dampak wabah tersebut," ucap Dr Deni pada webinar online, Kamis (16/4/2020).

Salah satu dampak yang ditimbulkan akibat wabah ini adalah gejala depresif pada mahasiswa di tengah pandemi ini. Sebuah asesmen atau penilaian yang dilakukan Fakultas Kedokteran UNPAD menunjukkan 47 persen mahasiswa mengalami gejala depresif.

"Ternyata sebanyak 47 persen mahasiswa ini mengalami gejala depresif. Seberapa besar itu, 32 persen itu ringan, 12,1 persen sedang, 2,5 persen berat," lanjut Dr Deni.

Asesmen ini diikuti oleh 1.465 mahasiswa di seluruh Indonesia dan 70 persen di antaranya adalah mahasiswa wanita. Selain itu penilaian ini juga menemukan pengaruh buruk media sosial terhadap mahasiswa di tengah pandemi Corona.

"60 persen media sosial menurut mereka mengakibatkan kecemasan," pungkasnya.



Simak Video "Nasib Akupunktur di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)