Jumat, 17 Apr 2020 11:13 WIB

Perusahaan Sex Toys Donasikan Stok Alat Medis 'Bahan' Fetish ke RS

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Portrait of beautiful young brunette doctor with phonendoscope in white uniform standing on grey background, horizontal picture Perusahaan sex toy donasikan bahan 'fetish' alat medis ke RS. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tverdohlib)
Jakarta -

Sebelum mewabahnya virus Corona COVID-19, perusahaan seks toy asal California menjual beberapa alat medis. Alat medis ini disukai oleh beberapa orang yang memang memiliki 'fetish' dengan benda tersebut.

Namun karena kini pasokan alat medis di beberapa rumah sakit minim. Perusahaan sex toy ini berinisiatif untuk menyumbangkan alat-alat medis yang selama ini dijual.

Mengutip Vice, Ari Suss, CEO dari XR, salah satu perusahaan utama dari SexToyDistributing memberikan donasi alat medis ke rumah sakit seperti ribuan masker bedah, sarung tangan, dan beragam APD lainnya.

"(Banyak) sarung tangan medis berada di gudang kami," kata Suss.

"Masker dan APD bersumber dari pabrik kami di luar negeri karena kami tidak pernah menyimpan masker N95 sebelumnya."

Sementara itu, SexToyDistributing.com, sebuah perusahaan sex toy di Los Angeles menyumbangkan stok pasokan medisnya ke rumah sakit di wilayah Los Angeles dengan jumlah yang lebih besar.

Berdasarkan laporan Adult Video Network, toko seks online memiliki koneksi tersendiri untuk mendapatkan pasokan alat medis atau APD yang selama ini sulit didapat oleh rumah sakit seperti masker N95.

"Hubungan kami selama puluhan tahun dalam ruang ini telah memberi kami akses ke semua jenis peralatan medis yang sulit ditemukan dan dicari, dan kami tidak pernah bisa menebak betapa berharganya hubungan ini nantinya," kata pengawas grosir SexToyDistributing.com, Brenda Reynoso, kepada AVN.

"Ada banyak orang dengan 'fetish alat medis' yang sebelumnya membutuhkan produk seperti nozzle enema, sarung tangan, peralatan dan seragam keperawatan, elektroda, alat pengukur tekanan darah, termometer dll, masker gas dan lain-lain," kata Suss.

"Beberapa dari mereka sangat dibutuhkan (RS) sekarang dan kami senang membantu," ungkapnya.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)