Sabtu, 18 Apr 2020 17:57 WIB

Waspada Batuk Terus-menerus, Bisa Jadi Pertanda Penyakit Ini

Akfa Nasrulhak - detikHealth
batuk Foto: shutterstock
Jakarta -

Batuk terus-menerus yang berkepanjangan dan tak kunjung sembuh tentu sangat menyusahkan. Tidak hanya itu, batuk terus-menerus juga bisa mengganggu tidur malam dan membuat kelelahan.

Batuk terus-menerus yang berlangsung lebih dari delapan minggu pada orang dewasa, atau lebih dari tiga minggu pada anak-anak dikategorikan sebagai batuk kronis.

"Batuk sesekali dan tidak berlarut-larut adalah sesuatu yang wajar, karena batuk adalah mekanisme pertahanan saluran napas untuk mengeluarkan benda asing. Jika sudah berhari-hari bahkan berbulan-bulan sudah harus segera dicari penyebabnya dan diobati," ujar Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr Helmin Agustina Silalahi kepada detikHealth, Sabtu (18/4/2020).

Batuk yang tak kunjung sembuh setelah beberapa minggu bisa menjadi serius. Meski memang biasanya kita mengenali penyebabnya seperti demam, infeksi virus, atau flu, namun juga ada hal-hal tak biasa yang bisa menyebabkan kita batuk tanpa henti.

"Batuk berkepanjangan dapat akibat alergi yang tidak dilakukan pencegahan terhadap pencetusnya. Selain itu, batuk karena peradangan saluran napas dan infeksi yang tidak diobati juga dapat menjadikan batuk berkepanjangan," ujar dr Helmin.

Selain itu, batuk berkepanjangan juga bisa menjadi tanda penyakit GERD. Penyakit ini terjadi karena asam lambung yang naik ke kerongkongan dan mengiritasi hingga menyebabkan terjadinya batuk. Di sisi lain, batuk terus-menerus yang tidak kunjung sembuh juga dapat memperberat penyakit asam lambung.

"Pada GERD isi lambung naik ke kerongkongan bahkan sampai ke rongga mulut. Ssi lambung yang asam tersebut dapat mengiritasi rongga THT tersebut dan menimbulkan batuk. Jika GERD tidak segera diatasi maka akan terjadi batuk yang berkepanjangan atau sering kambuh," tambahnya.

Kemudian, batuk terus-menerus juga dapat terjadi pada batuk rejan yang merupakan infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan. Penyakit ini ditandai dengan batuk keras yang terjadi secara terus-menerus dapat berlangsung selama tiga bulan.

"Sehingga sering disebut juga sebagai batuk seratus hari," ucap dr Adeline.

Oleh sebab itu, jangan abaikan batuk yang terus menerus, terutama jika diikuti dengan gejala lain. Untuk mengantisipasi batuk berkepanjangan, lanjut dr Helmin, salah satunya dengan memenuhi nutrisi yang baik untuk dapat menunjang mekanisme pertahanan tubuh berfungsi dengan baik, termasuk mengatasi batuk.

Selain itu, jika Anda penderita asam lambung, disarankan untuk menghindari makanan dan minuman pemicu asam lambung, seperti makanan pedas, asam, dan kafein. Hindari pula merokok dan lingkungan perokok agar asap tidak mengendap di paru-paru.

Selain mengobati batuk dengan cara yang tepat sesuai penyebabnya, saat pertama mengalami batuk Anda bisa segera minum obat batuk agar gejala batuk bisa langsung reda seperti dengan Woods. Apabila Anda mengalami batuk kering atau tidak berdahak, Anda bisa mengonsumsi Woods Antitusive. Sedangkan, jika Anda mengalami batuk berdahak bisa mengonsumsi Woods Expectorant.



Simak Video "Vaksinasi Harus Dalam Kondisi Sehat, Bagaimana dengan OTG?"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)