Senin, 20 Apr 2020 06:00 WIB

Jadi Kebal Setelah Sembuh? Orang-orang Ini Tiga Kali Kena Corona

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Petugas medis mengambil sampel darah saat rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 di DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Partai Golkar menyelenggarakan rapid test COVID-19 secara gratis bagi wartawan, kader, dan masyarakat guna memastikan kesehatan dan mengantisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Didik Setiawan/gp/hp. Rapid test virus Corona COVID-19 (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta -

Teori menyebut seseorang yang pernah terinfeksi virus Corona COVID-19 akan membentuk kekebalan atau imunitas selama jangka waktu tertentu. Namun dalam beberapa kasus, orang yang sudah dinyatakan sembuh bisa mendapatkan hasil positif lagi, bahkan sampai 3 kali.

Kasus terbaru dilaporkan di China, dialami oleh pria 68 tahun. Pria ini disebut mengalami reinfeksi hingga 2 kali, yang artinya 3 kali mendapat hasil positif dalam pemeriksaan COVID-19.

Sempat dinyatakan positif COVID-19, pria yang punya masalah jantung ini mendapat hasil negatif beberapa hari kemudian. Sepekan kemudian, tes ulang menunjukkan hasil positif, lalu negatif pada pemeriksaan 7 hari berikutnya. Hanya berselang 4 hari, ia kembali dinyatakan positif untuk ketiga kalinya.

Hasil tes yang disebut seperti 'yoyo' ini membuat para ahli berpikir ulang tentang manfaat pemberian vaksin. Bahkan kelak jika vaksin telah ditemukan, ada kemungkinan risiko infeksi tetap tinggi.

Pada Februari, kasus serupa juga dialami seorang wanita di Jepang. Wanita ini kembali mendapat hasil positif setelah sempat dinyatakan sembuh dari COVID-19. Ratusan pasien di Korea Selatan dilaporkan juga mengalami hal yang sama.

Di Australia, reporter entertainmen Richard Wilkins mengingatkan bahwa seserang bisa terinfeksi lebih dari sekali. Ia sendiri mengaku mendapat hasil positif sebanyak 3 kali.

[Gambas:Instagram]




Walau ada sejumlah laporan infeksi berulang, sebagian pakar tetap meragukan kemungkinan reinfeksi. Kemungkinan lain dari hasil positif yang berulang adalah terjadi masalah dalam pelaksanaan tes.

"Kecurigaan saya terhadap hasil yang berbeda ini adalah pengambilan sampel. Tidak mudah mengambil sampel di belakang tenggorokan dan memastikan bisa dapat virusnya setiap saat," kata Prof Jimmy Whitworth dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, dikutip dari news.com.au.



Simak Video "Riset Ahli Soal Kasus Pasien Sembuh Corona Kembali 'Terinfeksi'"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)