Senin, 20 Apr 2020 17:08 WIB

Peneliti Sebut Suhu Tinggi Tidak Cukup untuk Bunuh Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
People line up to enter in a shop to buy supplies in Barcelona, Spain, Tuesday, March 17, 2020. Spain will mobilize 200 billion euros or the equivalent to one fifth of the countrys annual output in loans, credit guarantees and subsidies for workers and vulnerable citizens, Prime Minister Pedro Sanchez announced Tuesday. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms. For some, it can cause more severe illness, especially in older adults and people with existing health problems. (AP Photo/Emilio Morenatti) Virus Corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Seorang peneliti di China sempat menyatakan bahwa virus Corona COVID-19 sangat sensitif terhadap suhu tinggi, hingga mencegahnya berkembang. Namun, penelitian lainnya mendapatkan hasil lain dan mengatakan harapan itu terlalu optimistis.

Para peneliti dari Universitas Aix-Marseille, Prancis, mengatakan bahwa virus ini masih bisa bertahan hidup pada suhu tinggi. Untuk membuktikan hal ini, mereka sengaja menginfeksi sel ginjal pada monyet hijau Afrika dengan virus Corona.

Kemudian, sel tersebut ditempatkan di suhu ruangan 60 derajat Celcius. Tetapi, hasilnya sel ginjal itu tetap saja terinfeksi virus Corona.

Namun, penelitian itu menunjukkan hasil sementara bahwa berada di lingkungan luar saat siang hari mungkin bisa membuat risiko penularan menurun. Meskipun begitu, tidak ada virus yang terdeteksi mati dalam kurun waktu 60 menit.

Di sisi lain, seorang ilmuwan komputasi di MIT, Qasim Bukhari dan rekan penulis analisis lainnya mengatakan memang ada keterkaitan antara cuaca dengan virus. Tapi, hal itu belum sepenuhnya dipahami dan bisa dibuktikan oleh mereka.

"Kami tidak mengatakan bahwa virus akan hilang saat terkena suhu yang tinggi. Kami hanya melihat ada ketergantungan suhu dan kelembaban, tapi saya pikir sudah banyak orang yang mulai memahami ini," ujarnya yang dikutip dari Daily Star.



Simak Video "WHO Sebut COVID-19 Bukan Penyakit Musiman, Tahan di Segala Cuaca"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)