ADVERTISEMENT

Selasa, 21 Apr 2020 12:41 WIB

Strategi Beberapa Negara Mencegah Penyebaran Virus Corona

Muhammad Anjar Mahardhika - detikHealth
Presiden Prancis Emmanuel Macron memperpanjang status lockdown di negaranya. Hal itu dilakukan guna hentikan penyebaran Corona hingga 11 Mei mendatang. Penerapan karantina menghadapi virus Corona berbeda di tiap negara. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Sejak mewabahnya pandemivirus Corona COVID-19, kehidupan sehari-hari masyarakat di dunia berubah. Banyak negara yang menerapkan kebijakan social distancing hingga lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Setiap negara mempunyai strategi yang berbeda untuk menghadapi virus Corona. Mengutip CNN, berikut beberapa strategi yang dilakukan negara-negara di dunia untuk mencegah penyebaran virus Corona:

Kartu imunitas

Pemerintah Chili akan mengeluarkan kartu imunitas digital yang disebut 'kartu COVID'. Nantinya, kartu ini akan diberikan untuk orang yang telah sembuh setelah dinyatakan positif dan dikarantina selama 14 hari.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock telah mengeluarkan ide serupa dengan penerbitan sertifikat kekebalan yang dinamai paspor imunitas. Masyarakat yang telah sembuh dari virus Corona akan diberikan paspor imunitas sehingga dapat kembali beraktivitas normal.

Lockdown akhir pekan

Masyarakat Turki setiap akhir pekan tidak diizinkan keluar rumah. Kebijakan ini diberlakukan di 31 provinsi negara tersebut. Pada hari biasa pemerintah masih mengizinkan warganya untuk keluar meskipun banyak toko dan tempat umum tutup.

Batasan khusus usia

Selain melarang warganya keluar di akhir pekan, pemerintah Turki juga menerapkan batasan usia. Hanya orang yang berusia antara 20-65 tahun yang diizinkan keluar rumah pada hari biasa.

Sementara itu di Swedia masyarakat yang berusia di atas 70 tahun tidak diperbolehkan untuk keluar rumah.

Penelitian Warwick University dari Inggris mengusulkan orang yang berusia 20-30 tahun dibebaskan untuk keluar rumah. Namun dengan catatan, tidak tinggal bersama orang tua.

Lockdown berbasis gender

Pada 2 April lalu Presiden Peru Martin Vizcarra mengumumkan lockdown berbasis gender. Senin, Rabu, dan Jumat hanya pria yang diperbolehkan keluar rumah. Sementara Selasa, Kamis, dan Sabtu hanya wanita yang diizinkan. Sedangkan Minggu, pemerintah Peru melarang semua warganya untuk keluar rumah.

Panama juga melakukan hal yang serupa dengan mengadopsi kebijakan lockdown berbasis gender. Kebijakan ini diambil untuk menekan jumlah orang yang keluar rumah guna menghindari penyebaran virus Corona yang semakin meluas.

Penggunaan drone

Otoritas Penerbangan Sipil Nasional Italia (ENAC) menggunakan pesawat tanpa awak atau drone untuk membantu memantau pergerakan warganya di tempat umum. Sementara itu, Departemen Pertahanan Australia bekerja sama dengan Universitas Australia Selatan menggunakan drone untuk membantu memonitor suhu, detak jantung, pernapasan, dan mendeteksi orang yang bersin dan batuk di tengah kerumunan.

Sedangkan China dan Kuwait menggunakan drone yang dapat berbicara untuk memerintahkan warganya untuk kembali ke rumah.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT