Rabu, 22 Apr 2020 13:09 WIB

Masker Bedah Didisinfeksi dengan Setrika dan Penanak Nasi? Ini Kata KLHK

Firdaus Anwar - detikHealth
Aksi bagi-bagi masker gratis terus dilakukan di berbagai daerah, hal tersebut senada dengan imbauan pemerintah untuk terus mengenakan masker ketika keluar rumah. KLHK tidak menyarankan pemakaian masker sekali pakai berulang. (Foto ilustrasi: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Penggunaan masker sekali pakai meningkat di tengah wabah virus Corona COVID-19. Ada info beredar menyebut masker-masker ini bisa dipakai lagi bila sebelumnya didisinfeksi dengan cara sederhana seperti dengan setrika atau penanak nasi.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati mengatakan informasi-informasi tersebut keliru. Menurutnya masker sekali pakai bagaimanapun tidak bisa dimanfaatkan untuk pemakaian berulang.

"Ada hoax masker sekali pakai bisa dipakai lagi kalau disetrika. Itu saya dapat," kata Vivien dalam seminar online yang diadakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rabu (22/4/2020).

"Ada juga masker sekali pakai kalau ditaruh di rice cooker bisa steril dan dipakai lagi. Intinya sebenarnya kalau untuk menghadapi hal ini, kalau memang barangnya untuk sekali pakai ya harus sekali pakai," lanjutnya.

Vivien menyadari kebutuhan yang tinggi memang menyebabkan masker kini sulit dicari di tengah pandemi. Namun, daripada 'mendaur ulang' masker bedah atau N95 yang sekali pakai lebih baik memanfaatkan masker yang bisa dipakai berulang seperti masker kain.

Penggunaan masker yang bisa dipakai berulang ini terutama disarankan untuk masyarakat sehat secara umum.

"Saran dari kami adalah pakailah masker guna ulang. Malah ini bisa jadi fashion," pungkas Vivien.



Simak Video "WHO Kunjungi China Pekan Ini untuk Telusuri Asal COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)