Rabu, 22 Apr 2020 14:42 WIB

Peneliti Swiss Sebut Virus Corona Menyerang Lapisan Pembuluh Darah

Muhammad Anjar Mahardika - detikHealth
ilustrasi darah merah Virus Corona disebut juga bisa menyerang pembuluh darah. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Para peneliti dari Universitas Hospital Zurich menyatakan bahwa virus Corona COVID-19 dapat menyerang lapisan pembuluh darah di seluruh tubuh. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet ini menyebut dampak penyerangan lapisan pembuluh darah dapat mengakibatkan kegagalan banyak organ tubuh.

"Virus ini tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga menyerang pembuluh darah di banyak organ tubuh," kata Frank Ruschitzka, peneliti dari Universitas Hospital Zurich, seperti dilansir South China Morning Post.

Frank menjelaskan virus Corona dapat menyebabkan komplikasi lebih dari pneumonia. Alasannya karena virus ini memasuki lapisan sel (endotelium) di dalam pembuluh darah.

Virus akan menurunkan kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan masalah dalam sirkulasi mikro. Nantinya, akan mengurangi aliran darah ke berbagai tubuh yang dapat menghentikan sirkulasi darah.

"Dari apa yang kita lihat secara klinis, pasien memiliki masalah di banyak organ di antaranya jantung, ginjal, hingga usus," lanjut Frank.

Itu sebabnya perokok dan orang dengan kondisi penyakit penyerta atau komorbid, seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan penyakit kardiovaskular dengan fungsi endotel yang lemah atau pembuluh darah yang tidak sehat lebih rentan terhadap virus Corona.

Penelitian ini melakukan autopsi ke tiga pasien meninggal yang dinyatakan positif virus Corona. Hasilnya ditemukan banyak virus Corona di dalam pembuluh darah ketiganya yang menyebabkan fungsi pembuluh darah mereka terganggu di semua organ.

"Semua pasien yang berisiko terutama lansia harus diperlakukan dengan sangat baik untuk kondisi kardiovaskular yang mendasarinya. Semakin baik mereka dirawat, semakin besar kemungkinan mereka selamat dari infeksi COVID-19, " pungkasnya.



Simak Video "Inilah Sumber Penularan Virus Covid-19 ke Kelompok Rentan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)