Rabu, 22 Apr 2020 18:43 WIB

Meski Hamil, Polisi Wanita Ini Tetap Bekerja di Tengah Pandemi Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Policemen assemble in Hong Kongs Kowloon Bay on August 24, 2019. - Tension flickered across Hong Kong on August 24 as riot cops squared off with protesters near a police station in a working-class neighbourhood, as an uneasy peace lasting several days threatened to give way. (Photo by Lillian SUWANRUMPHA / AFP) / “The erroneous mention[s] appearing in the metadata of this photo by Lillian SUWANRUMPHA has been modified in AFP systems in the following manner: [Hong Kongs Kowloon Bay] instead of [Hong Kongs Kwun Tong district]. Please immediately remove the erroneous mention[s] from all your online services and delete it (them) from your servers. If you have been authorized by AFP to distribute it (them) to third parties, please ensure that the same actions are carried out by them. Failure to promptly comply with these instructions will entail liability on your part for any continued or post notification usage. Therefore we thank you very much for all your attention and prompt action. We are sorry for the inconvenience this notification may cause and remain at your disposal for any further information you may require.” Ilustrasi polisi (Foto: AFP)
Jakarta -

Umumnya saat hamil, wanita akan lebih cepat kelelahan. Terlebih jika sudah menjelang trimester ketiga atau usia kehamilan lebih dari 28 minggu, beberapa wanita akan merasa semakin tidak nyaman karena sudah mendekati tanggal jatuh tempo kelahiran.

Sementara sebagian besar wanita hamil akan menikmati cuti mereka pada trimester ketiga, tetapi wanita ini justru lebih memilih mendedikasikan dirinya untuk bekerja.

Mengutip dari Asia One, wanita bernama Reema Razif ini memiliki pekerjaan yang luar biasa yaitu menjadi petugas polisi yang bertugas menjaga keamanan di tengah pandemi virus Corona COVID-19 di Singapura.

"Hamil 30 minggu di trimester ke-3 saya dengan anak ke-3. Tapi masih bertugas tanpa mengeluh, setiap hari," tulis Reema pada postingan di akun Facebook miliknya, Jumat (17/4/2020).

"Apakah saya ingin berada di rumah bersama anak-anak? Tentu Saja! Aku juga merasa khawatir dan cemas, tapi keegoisan itu mengalahkannya," lanjutnya.



Rema mengaku selama pandemi virus Corona, ia semakin sibuk dengan jam kerja yang tidak teratur karena berbagai kondisi bisa saja terjadi. Misalnya terjadinya tindakan kejahatan, terkena bahaya yang tidak terduga, dan lain-lain.

Meski begitu, ia tetap semangat menjalani pekerjaannya dan menaruh rasa hormat kepada mereka yang bertugas di garis terdepan dalam penanganan pandemi virus Corona.

"Saya memberikan rasa hormat saya terutama kepada semua rekan-rekan yang bekerja di garis terdepan, suami saya dan cinta saya kepada semua orang. Mari berbuat kebaikan, kita bekerja sama dan ini akan segera berakhir," tuturnya.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)