Kamis, 23 Apr 2020 15:23 WIB

Penderita Maag Perlu Hindari Menu Ini Saat Buka Puasa

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Buka Puasa Keluarga akan menyantap hidangan sahur atau buka puasa. Foto: iStock
Jakarta -

Kesehatan menjadi syarat penting dalam menjalankan puasa. Bagi yang punya sakit maag, kesehatan bisa dijaga dengan memilih asupan yang tepat. Sayangnya lapar mata kerap mengacaukan minat lebih selektif dalam memilih asupan.

Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr. Helmin Agustina Silalahi menjelaskan saat berpuasa waktu makan akan lebih teratur. Pengeluaran asam lambung juga lebih teratur sehingga keluhan sakit maag bagi penderita maag fungsional akan berkurang.

"Walaupun pada awal puasa banyak yang mengeluh sakit maagnya kambuh, hal ini disebabkan penyesuaian lambung terhadap perubahan pola makan," dr Helmin kepada detikHealth, Kamis (23/4/2020).

dr Helmin menyarankan untuk menyiasati pola makan yang berubah selama berpuasa, makanlah dengan disiplin dan cukup saat sahur dan berbuka. Ia juga menekankan agar jangan melewatkan sahur dan menunda berbuka.

Selain itu, konsumsi makanan bernutrisi dan hindari makanan yang bisa memicu kambuhnya maag agar puasa berjalan lancar. Hindari makanan yang banyak mengandung gas dan terlalu tinggi serat, makanan yang sulit dicerna dan memperlambat pengosongan lambung hingga sumber karbohidrat tertentu.

"(Penderita maag) perlu menghindari makanan yang berlemak, goreng-gorengan, santan, mie, sayuran yang membentuk banyak gas (seperti kol, sawi ,lobak), makanan terlalu pedas, kopi, minuman bersoda, dan minuman mengandung alkohol," ujarnya.

Lebih lanjur dr Helmin menyarankan pada saat sahur makanlah sebanyak 30% dari kebutuhan makan sehari yang terdiri dari sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang dengan kulitnya dan roti gandum. Selain itu, penuhi dengan sumber protein dan lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu dan tempe serta sayur mayur.

"10-15 menit sebelum imsak makan lebih kurang 10% dari kebutuhan kalori yang terdiri dari buah-buahan (3-5 porsi buah) dimakan dengan kulitnya atau diblender. Penting mengonsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks (tinggi serat), untuk menjaga penyerapan karbohidrat berlangsung bertahap sehingga akan menjaga kadar gula darah tetap stabil selama berpuasa berarti tetap tersedianya sumber tenaga di siang hari," beber dr Helmin.

"Jangan lupakan juga minum air 4 gelas selama sahur sampai menjelang imsak," imbuhnya.

Sementara pada saat berbuka, lanjut dr Helmin, makanlah sebanyak 50% dari kebutuhan makan sehari. Dimulai berbuka dengan minuman yang manis tetapi menyehatkan yaitu minum jus atau sari buah dari 2-3 macam buah yang tinggi kandungan airnya seperti jeruk, melon dan semangka. Ingat, minuman manis bukan berarti minum teh manis, sirup, kolak dan sebagainya.

"Setelah salat magrib makan besar yang lengkap mengandung karbohidrat kompleks (nasi merah, kentang dengan kulitnya, roti gandum), protein dan lemak (ikan, ayam tanpa kulit, putih telur, tahu dan tempe) serta sayur mayur dan buah," ujarnya.

Tetapi dr Helmin mengingatkan agar makan secara bertahap. Jangan langsung melahap makanan berat, tapi mulai dulu dari yang ringan. Setelah salat tarawih atau sebelum tidur makan makanan ringan sebanyak 10% kebutuhan makan sehari, atau makanlah buah-buahan. Jangan lupa minum minimal 4 gelas air sejak berbuka sampai saat Anda tidur.

Agar puasa tetap lancar, penderita mag juga disarankan untuk minum obat yang bisa mengurangi produksi asam lambung, seperti Promag. Konsumsi obat ini saat sahur, berbuka puasa, dan sebelum tidur.



Simak Video "Anak Diam-diam Batal Puasa, Jangan Dimarahi"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)