Jumat, 24 Apr 2020 07:32 WIB

Kondisi Pasar Seafood Wuhan Pasca Dituduh Jadi Sumber Penularan Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
China telah membuka lockdown karena tidak ada kasus virus corona yang baru di negaranya. 
Sejumlah pasar di Wuhan pun kembali beroperasi. Tidak banyak pengunjung yang datang ke pasar basah Wuhan karena takut tertular Corona. (Foto: AP/Olivia Zhang)
Jakarta -

Pedagang ikan dan sayuran telah membuka kembali kios mereka di pasar basah Wuhan setelah China melonggarkan lockdown. Sayangnya kondisi pasar pasca pandemi virus Corona menjadi tidak pasti karena adanya stigma yang kuat.

Virus Corona yang kini telah menginfeksi lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia pada akhir tahun lalu diyakini berasal dari hewan liar yang dijual di pasar seafood Wuhan sehingga ditutup sejak Januari. Sejak saat itu pemerintah melarang penjualan satwa liar untuk dikonsumsi.

Adanya sorotan pada pasar basah Wuhan membuat pedagang kesulitan bertahan hidup karena tak ada pelanggan yang berkunjung. Pemilik salah satu kios di pasar basah Wuhan mengatakan adanya larangan penjualan sementara dan penutupan yang ketat di China membuat dagangan mereka nyaris tidak laku.

"Tidak ada bisnis di sini. Tidak ada pelanggan yang datang," kata seorang pedagang bernama Zhang dikutip dari Reuters. "Semua tempat diblokir dan orang tidak bisa masuk. Masyarakat takut keluar dan terjangkit virus," tambahnya.

Awalnya pasar basah lebih memiliki banyak pelanggan karena secara tradisional menjual produk segar. Dulunya pembeli banyak yang datang karena harga di pasar basah lebih murah daripada supermarket.

Wuhan menghabiskan 200 juta yuan atau sekitar Rp 443 juta dalam kampanye meningkatkan kebersihan pasar. Namun, beberapa khawatir kios mereka mungkin tidak bertahan cukup lama setelah terpapar stigma.

"Kami tidak memiliki penghasilan dan bisnis. Jika terus seperti ini, akan sangat sulit bagi kita untuk bertahan hidup," tutur pedagang lain bernama Jin.

Belakangan Xishuangbanna Tropical Botanical Garden dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok melakukan penelitian di pasar basah Wuhan. Peneliti mengatakan sumbernya bukan dari tempat tersebut.

Peneliti menyimpulkan, virus COVID-19 sudah menyebar dalam dua periode, yaitu pada 8 Desember 2019 dan 6 Januari 2020.



Simak Video "Cara Mudah Bantu 'Memulihkan' Dunia dari Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)