Sabtu, 25 Apr 2020 04:37 WIB

Dokter Tak Sarankan Konsumsi Kopi dan Teh saat Sahur, Ini Alasannya

Muhammad Anjar Mahardhika - detikHealth
Kopi Kopi bukan pilihan yang tepat untuk sahur. (Foto: iStock)
Jakarta -

Memasuki bulan Ramadhan, sahur menjadi hal yang sangat penting sebelum menjalankan ibadah puasa. Makanan serta minuman yang dikonsumsi saat sahur harus memiliki gizi yang seimbang.

Makanan yang mengandung karbohidrat, seperti nasi, roti gandum, dan kentang disarankan dimakan saat sahur. Banyak dokter yang menyarankan memakan lebih banyak sayur dan buah saat santap sahur karena dianggap memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh.

"Yang penting kebutuhan akan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral serta serat terpenuhi. Udah itu cukup," kata dr Heri Munajib dari Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) saat dihubungi detikcom dan ditulis Sabtu (25/4/2020).

"Sayur itu harus ada karena dia adalah kaya akan kebutuhan serat. Tidak semua orang suka sayur okelah bisa kita ganti dengan buah," lanjutnya.

Selain makanan, dr Heri menyebutkan di saat sahur seseorang harus lebih banyak mengkonsumsi air putih untuk menjaga tubuh terhindar dehidrasi di saat menjalankan puasa lebih dari 12 jam.

Ia tidak menyarankan seseorang meminum kopi dan teh saat sahur. Karena di dalam keduanya terdapat kandungan kafein yang dapat menimbulkan efek diuretik.

"Karena kan di dalam teh dan kopi ada kandungan 'diuretiknya' di mana kalau kita abis minum teh atau kopi rata-rata dalam beberapa jam kedepan lebih sering kencing," lanjut dr Heri.

Efek diuretik ini yang dapat menyebabkan seseorang lebih sering kencing yang dapat menyebabkan dehidrasi saat puasa.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)