Sabtu, 25 Apr 2020 16:15 WIB

Ini Pola Puasa Tepat bagi Penyandang Diabetes di Tengah Pandemi

Akfa Nasrulhak - detikHealth
diabetes Foto: thinkstock
Jakarta -

Memasuki bulan Ramadhan di tengah Pandemi COVID-19 ini, tentu banyak hal yang perlu disesuaikan agar tubuh tetap sehat, terutama bagi penyandang diabetes. Pasalnya, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan WHO, ada beberapa penyakit yang rentan terserang virus, salah satunya penyandang diabetes. Hal ini terjadi akibat hormon insulin yang tidak efektif dan tingginya kadar gula dalam tubuh.

Saat puasa, pola makan tentu berubah, termasuk bagi penyandang diabetes. Untuk itu, ada penyesuaian pola makan yang harus diterapkan, baik saat sahur maupun berbuka.

Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita menjelaskan penyandang diabetes yang ingin berpuasa, wajib konsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum melakukan puasa. Konsultasi ini diperlukan untuk memastikan apakah diabetesi berisiko atau tidak untuk berpuasa.

"Diabetisi aman berpuasa apabila kadar gula darah terkontrol, tidak menggunakan suntikan insulin lebih 2 kali sehari, liver baik, tidak ada gangguan pembuluh darah otak yang berat, tidak ada kelainan pembuluh darah jantung, cadangan lemak tubuh cukup, tidak ada kelainan hormonal lain, dan tidak demam tinggi," jelas dr Adeline, Sabtu (25/4/2020).

Lebih lanjut dr Adeline menjelaskan frekuensi makan pada saat puasa tetap normal 3 kali sehari. Yaitu saat sahur, berbuka puasa, dan pada saat selesai salat tarawih. Lebih rinci dr Adeline menganjurkan untuk mulai hari puasa dengan meminum nutrisi rendah lemak pada pukul 3.00 pagi. Ketika mendekati imsak barulah Anda mengonsumsi sarapan yang tinggi serat, mengandung protein dan sedikit lemak untuk menurunkan indeks glikemik dan mengenyangkan.

"Ketika berbuka puasa batasi makan atau minuman yang bergula tinggi. Sebaiknya, ganti dengan makanan bergula yang tinggi serat dalam porsi tidak melebihi 10% dari total kebutuhan kalori," ucapnya.

Saat berpuasa agar tetap fit sepanjang hari walaupun beraktivitas, sebaiknya ketika sahur dan berbuka penyandang diabetes mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik yang rendah. Ini bertujuan agar pelepasan gula darah dari dalam makanan perlahan sehingga rasa kenyang pun menjadi lebih lama serta lebih berenergi untuk melakukan aktivitas.

"Pelepasan gula darah secara perlahan dari makanan yang dikonsumsi saat sahur dapat menstabilisasi kadar gula darah diabetes sehingga setelah makan kadar gula darah tidak langsung meningkat secara signifikan. Adapun yang dimaksud dengan indeks glikemik adalah kemampuan makanan dalam meningkatkan gula darah," ujar dr Adeline.

dr Adeline menganjurkan agar penyandang diabetes mendapatkan asupan karbohidrat yang lambat dicerna oleh tubuh seperti beras merah, kentang, ubi, jagung, gandum, dan sereal. Imbangi pula gizi yang diperoleh dengan protein, lemak, vitamin dan mineral ke dalam menu makan diabetesi saat berpuasa.

"Komposisi target kalori untuk karbohidrat kompleks 45-50%, protein 20-30%, lemak kurang dari 35%, serta vitamin & mineral sesuai angka kecukupan gizi (AKG)," tambahnya.

Adapun untuk asupan cairan, dr Adeline menyarankan asupan harian harus cukup dengan minimal mengonsumsi 8 gelas air dalam sehari. Berikut adalah pola makan sehat pada saat menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Foto: Dok Kalbe

Selain mengatur pola makan yang berubah ketika berpuasa, penyandang diabetes juga harus mengontrol kadar gula darah, salah satunya dengan mengonsumsi Diabetasol. Nutrisi makanan pengganti ini mengandung Vita Digest Pro dan indeks glikemik rendah yang bisa membantu menstabilkan kadar gula darah dan membuat puasa menjadi lancar. Konsumsi Diabetasol pada saat sahur dan malam sebelum tidur untuk bantu jaga gula darah dan daya tahan tubuh agar lancar puasanya.



Simak Video "Ahli Jelaskan Alasan Puasa Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)