Senin, 27 Apr 2020 11:45 WIB

Cerita Viral Pasien Corona di AS yang Harus Bayar Biaya RS Rp 500 Juta

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Virus corona: Peneliti dan sukarelawan berupaya ciptakan ventilator sederhana untuk pasien covid-19 Foto: BBC Karangan Khas
Jakarta -

Saat itu Danni Askini mulai merasakan nyeri dada, sesak napas, dan migrain pada Sabtu di akhir Februari lalu. Setelahnya ia mengontak ahli onkologi yang saat itu merawat limfomanya. Dokternya menyebut Askini bisa jadi alergi obat sehingga ia pun dikirim ke UGD di salah satu rumah sakit di daerah Boston.

Di rumah sakit, dokter mengatakan ia kemungkinan mengidap pneumonia dan mengirimnya pulang ke rumah. Namun beberapa hari setelahnya Askini demam yang naik-turun dan demam. Selang dua minggu setelah ke UGD, Askini ke dokter dan mengobati flu dan pneumonia yang dialaminya.

Pada 6 Maret, ia kembali mengunjungi dokter karena gejala yang dialaminya tak kunjung membaik. Dokter akhirnya mengirim sampelnya ke laboratorium dan hasil menunjukkan bahwa dirinya positif COVID-19. Beberapa hari kemudian, Askini mendapat tagihan rumah sakit untuk tes coronavirus dan perawatannya.

"Saya sangat terkejut. Tagihan rumah sakit saya mencapai US$34.927 (sekitar Rp 543 juta). Saya sampai tak tahu siapa orang yang punya uang sebanyak itu," kata Askini kepada Time.

Askini mengatakan biaya tes virus Corona COVID-19 saja mencapai Rp 14 juta

"Jika orang bertanya-tanya berapa biaya perawatan COVID-19? Ini tagihan saya. Tes COVID-19 saja mencapai US$907 (Rp 14 juta)!" tulis Askini dalam akun Twitter pribadinya.

Kaiser Family Fondation juga merilis studi yang memperkirakan rata-rata biaya perawatan COVID-19 untuk seseorang dengan asuransi dan tanpa komplikasi kesehatan yang kira-kira mencapai US$9.763 atau sekitar Rp 140 juta dan jika memiliki penyakit penyerta, biaya kesehatannya melambung hingga US$20.000 atau Rp 311 juta.



Simak Video "5 Temuan yang Diklaim Bisa Mengatasi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)