Senin, 27 Apr 2020 12:00 WIB

New York Lakukan Uji Klinis Obat Maag untuk Tangani Pasien Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumlah pasien sembuh dari COVID-19 capai angka 598.942 orang di dunia. Angka kesembuhan yang kian bertambah beri semangat bagi para pasien COVID-19 untuk sembuh Pasien Corona di New York diberi obat maag. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Sebuah rumah sakit besar di New York menguji kombinasi obat maag dengan obat anti-malaria atau hydrochloroquine, untuk mengobati pasien virus Corona COVID-19. Penelitian ini dilakukan oleh Institut Penelitian Medis Feinstein, dari Northwell Health.

Para peneliti sedang berusaha mencari tahu apakah senyawa aktif yang ada di dalam obat maag yaitu famotidine dan Pepcid yang berfungsi menghambat COVID-19, bisa menghentikan replikasi pada HIV/AIDS.

Dalam melakukan penelitian ini, pasien diberikan obat maag bersamaan dengan hydrochloroquine secara intravena. Wakil kepala petugas medis Northwell mengatakan penelitian ini dilakukan di beberapa tempat, seperti Rumah Sakit North Shore University Northwell, Long Island Jewish Medical Center dan Lenox Hill Hospital.

Awalnya, para peneliti ingin menguji penggunaan famotidine saja. Tetapi, karena banyak pasien yang sudah dirawat dengan hydrochloroquine, akhirnya mereka mengkombinasikannya.

Dikutip dari New York Post, jika hasilnya sudah ada, mereka akan membandingkannya dengan pasien yang hanya dirawat dengan hydrochloroquine saja. Tetapi, hingga saat ini belum diketahui kapan selesainya penelitian ini.



Simak Video "Deretan Negara yang Terapkan Kremasi untuk Jasad Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)