Selasa, 28 Apr 2020 10:34 WIB

Tak Melulu Batuk, Kenali 6 Gejala Terbaru Infeksi Virus Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) telah menambahkan tanda dan gejala yang berkaitan dengan infeksi virus Corona. Dalam situs resminya, CDC mengungkap indikator lain yang sudah dilaporkan pada pasien COVID-19.

Sesak napas, batuk, dan demam adalah gejala utama COVID-19. Namun ada sekitar enam gejala baru yang ditambahkan dan dialami pasien virus Corona yakni:

  1. Nyeri otot
  2. Menggigil
  3. Sakit kepala
  4. Sakit tenggorokan
  5. Kehilangan indra penciuman
  6. Kehilangan indra perasa

Gejala tersebut dialami oleh pasien dan muncul 2-14 hari setelah terinfeksi virus SARS-CoV-2, penyebab COVID-19. American Academy of Otolaryngology mensurvei lebih dari seperempat dari 619 pasien virus Corona. Selama itu diamati bahwa para pasien mengalami kehilangan indra penciuman dan perasa yang tampaknya menjadi indikator pertama infeksi.

Selain gejala yang disebutkan di atas, diare, ruam kulit, mata merah, kelelahan, dan pilek juga diamati sebagai tanda vital infeksi. CDC juga meminta masyarakat untuk mencari pertolongan medis apabila mengalami kesulitan bernapas, tekanan di dada, dan wajah kebiruan.

Penemuan gejala tersebut sangat penting untuk mengidentifikasi seberapa banyak pasien virus Corona yang belum terdata di Amerika Serikat, negara dengan kasus COVID-19 tertinggi di seluruh dunia.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)