Selasa, 28 Apr 2020 15:30 WIB

Tiga Perawat Solo Diusir dari Kos, PPNI Sebut Masyarakat Belum Teredukasi

Muhammad Anjar Mahardhika - detikHealth
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom) Tiga perawat di Solo diusir dari kos. (Foto ilustrasi: Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta -

Tiga perawat RSUD Bung Karno Solo diusir dari tempat kosnya di Grogol, Sukoharjo. Ketiganya diminta pergi pada malam hari menjelang tidur melalui pesan WhatsApp oleh sang pemilik kos. Diketahui, pemilik kos yang juga bidan ini takut suaminya tertular lantaran sedang mengidap penyakit.

"Kami bertiga posisi (menjelang) tidur, di-WA ibu kos. Intinya diminta pergi. Karena rumah sakit kami kan untuk rujukan COVID-19, mungkin ibu kos khawatir," demikian disampaikan Siska salah satu perawat yang diusir, Selasa (28/4/2020).

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhillah, Skep, SH, MKep, menyayangkan kembali terjadinya peristiwa pengusiran terhadap perawat. Ia mengatakan masih kurangnya edukasi ke masyarakat mengenai stigma negatif yang terus melekat pada tenaga kesehatan yang merawat pasien virus Corona.

"Pertama, lagi-lagi menyesalkan. kedua, ini menunjukan bahwa informasi dan edukasi kita yang belum masif dan belum sampai. Sebenarnya kan stigma itu karena mispersepsi karena kurang pemahaman, takut karena kurang paham," ujar Harif saat dihubungi detikcom, Selasa (28/4/2020).

Harif kemudian meminta semua pihak terutama pemerintah daerah hingga Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 berperan aktif mengedukasi masyarakat. Ia menegaskan para petugas kesehatan termasuk perawat memiliki protokol ketat saat merawat pasien virus Corona.

"Berkali-kali saya sudah sampaikan ga ada alasan untuk takut sama tenaga kesehatan," lanjut Harif.

"Kalau yang memang benar-benar melayani (petugas kesehatan) COVID-19 itukan protokolnya sudah ketat sekali. APD-nya harus dipakai lengkap dipatuhi, kemudian termasuk harus mandi sebelum pulang. Jadi kita sudah pastikan bahwa pada saat kita pulang itu sudah aman," pungkasnya.



Simak Video "Indonesia Butuh Tambahan Dokter dan Perawat dalam Hadapi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)