Selasa, 28 Apr 2020 16:59 WIB

10 Gejala Terbanyak Pasien Corona di Indonesia dan Penyakit Penyertanya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras. Virus Corona COVID-19 (Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta -

Berdasarkan laporan data resmi yang dimuat dalam laman covid.19.go.id, sebanyak 50,36 persen pasien positif virus Corona COVID-19 tak memiliki gejala. Namun pasien Corona paling banyak dilaporkan dengan gejala batuk dan demam, menyusul sesak napas dan pilek. Selain itu ditemukan pula gejala lain dengan persentase lebih kecil yaitu sakit perut dan diare.

Sementara itu, pasien Corona dengan komorbid atau penyakit penyerta ditemukan terbanyak mengidap hipertensi. Adapula laporan penyakit penyerta gangguan imun dengan angka persentase yang lebih rendah.

Berikut data gejala pasien virus Corona di Indonesia beserta persentasenya pada Selasa (28/4/2020).

  1. Batuk: 18,73 persen
  2. Demam: 12,5 persen
  3. Riwayat Demam: 12,56 persen
  4. Sesak napas: 10,2 persen
  5. Pilek: 8,11 persen
  6. Lemas: 8,02 persen
  7. Sakit tenggorokan: 7,97 persen
  8. Sakit kepala: 5,86 persen
  9. Mual: 4,88 persen
  10. Keram Otot: 4,23 persen
  11. Menggigil: 2,63 persen
  12. Diare: 2,03 persen
  13. Sakit Perut: 2 persen
  14. Lain-lain: 0,2 persen

Sementara data persentase pasien Corona yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid adalah seperti berikut.

  1. Hipertensi: 35,36 persen
  2. Diabetes Melitus: 23,93 persen
  3. Penyakit Jantung: 13,57 persen
  4. Penyakit Paru Obstruktif Kronis: 4,64 persen
  5. Penyakit Ginjal: 3,75 persen
  6. Gangguan Napas Lain: 4,64 persen
  7. Penyakit Ginjal: 3,75 persen
  8. Asma: 2,68 persen
  9. Kanker: 1,07 persen
  10. Penyakit Hati: 0,89 persen
  11. TB (tuberkulosis): 0,89 persen
  12. Gangguan Imun 0,71 persen


Simak Video "Covid-19 Bisa Sebabkan Myasthenia Gravis, Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)