Selasa, 28 Apr 2020 17:46 WIB

Minum Air Hangat Vs Dingin, Mana yang Lebih Baik untuk Buka Puasa?

Firdaus Anwar - detikHealth
teh dingin Kamu suka buka puasa dengan air dingin atau hangat? (Foto: iStock)
Jakarta -

Di bulan Ramadhan, sebagian muslim yang menjalankan ibadah puasa mungkin ada yang lebih senang berbuka dengan air hangat atau air dingin. Kira-kira apakah perbedaan suhu ini ada pengaruhnya untuk kesehatan?

Ahli penyakit dalam dr Tengku Bahdar Johan, SpPD, dari RS Premier Bintaro pernah menjelaskan bahwa sebaiknya buka puasa dengan minum air hangat. Ini karena air hangat dapat membantu saluran cerna bekerja lebih baik dengan menjaga aliran di pembuluh darah tetap lancar.

Sementara itu air es yang dingin meski terasa menyegarkan dapat membuat pembuluh darah jadi menciut. Dampaknya gerakan peristaltik bisa jadi terpengaruh.

Gerakan peristaltik adalah gerakan yang terjadi pada otot-otot di saluran pencernaan. Gerakan inilah yang mendorong makanan di dalam tubuh.

"Minum es dapat menciutkan pembuluh darah, akibatnya gerakan peristaltik menjadi terganggu. Itu sebabnya ada orang yang habis minum es perutnya langsung terasa tidak enak karena pembuluh darahnya menciut," kata dr Bahdar.

dr Bahdar juga menyarankan sebaiknya saat berbuka jangan terlalu banyak makan makanan manis, terutama untuk orang yang diabetes. Bila ingin yang manis, pilihlah rasa manis dari buah seperti kurma.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)