Selasa, 28 Apr 2020 18:43 WIB

4 Gadis Bunuh Driver Taksi Online, Apakah Perilaku Agresif Bisa Diterapi?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Polisi amankan 4 pelaku pembunuhan driver taksi online di Bandung. Keempat pelaku diduga rencanakan pembunuhan karena tak sanggup bayar ongkos perjalanan. Empat pelaku remaja pembunuh driver taksi online di Bandung. (Foto: Muhammad Iqbal)
Jakarta -

Polisi berhasil menangkap empat gadis remaja yang telah membunuh seorang driver taksi online, Samiyo Basuki Riyanto (60). Korban dihabisi pelaku di dalam mobil, lalu mayatnya dibuang ke jurang di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Polisi pun mengungkap keempat pelaku tersebut, IK (15), RM (18), RK (20), dan SL (19) ditangkap dua minggu setelah kejadian. Mereka ditangkap di lokasi berbeda.

"Kita berhasil mengungkap dan menangkap pelakunya sebanyak empat orang, keempatnya berjenis kelamin perempuan," ungkap Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan, Senin (27/4/2020).

Perbuatan keempatnya yang masih remaja ini disebut-sebut netizen kejam. Lalu bagaimana sebaiknya menghadapi perilaku agresif pada remaja?

Menurut Veronica Adesla dari Personal Growth, sebelum memutuskan terapi yang cocok dalam menangani tindakan seperti ini, sebaiknya dicari tahu dan dipelajari terlebih dahulu peran dari masing-masing keempat pelaku tersebut.

"Treatment itu sangat lintas sektor, jadi kita tetap butuh dari hukuman dalam memberikan punishment yang sesuai dengan perundang-undangan. Biar dia juga paham bahwa ada aksi dan konsekuensi," kata Veronica kepada detikcom, Selasa (28/4/2020).

Selain dihukum, Veronica juga menjelaskan bahwa pelaku perlu diberikan dukungan dari sisi spiritual agar hati nuraninya dapat disentuh dan mengetahui apa yang telah dilakukannya adalah salah.

"Kita juga butuh dari sisi spiritual yang kemudian masuk ke dalam juga untuk penguatan ajaran agama atau apa pun yang dapat menyentuh hati nurani dan berempati kepada orang lain," jelasnya.

Tak hanya itu, Veronica juga menyarankan memberikan beberapa upaya seperti pendekatan perilaku berpikir dan emosi kepada pelaku.

"Kalau dari sisi psikologisnya sendiri kita bisa masuk melalui terapi behavior dan kognitif. Kalau misalnya berperilaku sesuatu yang positif itu ada timbal baliknya dari orang lain, untuk membuka juga kemampuan menalar, merasakan pola emosi yang lebih sehat gitu," pungkasnya.



Simak Video "Kata Psikolog Soal Siswi di Sulsel Dilecehkan Beramai-ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)