Rabu, 29 Apr 2020 13:38 WIB

4 Kasus Penularan Virus Corona Gara-gara Mudik dari Jakarta

Firdaus Anwar - detikHealth
Sejumlah calon penumpang bersiap naik bus di area Terminal Jatijajar, Depok, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Pemerintah memutuskan kebijakan larangan mudik Lebaran 2020 bagi masyarakat mulai berlaku Jumat (24/4) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww. Mudik dikhawatirkan semakin memperluas penyebaran virus Corona. (Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta -

Pemerintah telah melarang mudik untuk menekan penularan virus Corona COVID-19. Namun, diperkirakan sudah ada sebagian warga yang keluar dari zona merah DKI Jakarta.

Ada kekhawatiran mudik membuka peluang bagi virus untuk menyebar ke daerah yang lebih luas. Ini disebabkan tidak semua orang yang mudik bisa dipastikan apakah ia benar-benar sehat bebas dari virus.

Setidaknya sudah ada 4 kasus konfirmasi virus corona yang dilaporkan berkaitan dengan pemudik dari Jakarta:

1. Kakek di Klaten

Seorang pasien usia 72 tahun berinisial SHS dari Klaten, Jawa Tengah, dikonfirmasi terinfeksi virus Corono dan menjalani perawatan di RSST Soeradji Tirtonegoro. Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Klaten, dr Cahyono Widodo, menyebut kemungkinan pasien tertular dari sang cucu yang baru saja kembali dari Jakarta.

"Pada kasus ini dimungkinkan pasien terpapar ketika kontak dengan cucunya yang pulang dari Jakarta pada tanggal 24 Maret 2020-11 April 2020. Karena kondisi fisik yang bersangkutan termasuk usia rentan dan mempunyai penyakit penyerta, sehingga mudah untuk tertular," kata Cahyono.

2. Satu keluarga di Cianjur

Satu keluarga di Kecamatan Karangtengah Cianjur terindikasi positif COVID-19 berdasarkan hasil rapid test. Keluarga asal Jakarta yang diduga terpapar virus Corona itu terdiri dari ibu dan dua anaknya.

"Pemudik ini total ada empat orang, ibu dan tiga orang anak. Yang anaknya itu dua positif berdasarkan rapid test, dan yang satu anak bungsu itu negatif. Anggota keluarga lainnya yang di Cianjur yang menjadi tujuan mudik juga negatif. Tapi tetap kami pantau untuk lebih dipastikan," kata juru bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Cianjur, Yusman Faisal, beberapa waktu lalu.

Diberitakan sebelumnya selama beberapa hari di Cianjur keluarga tersebut berada di salah satu perumahan Kecamatan Karangtengah. Warga setempat memperhatikan sang ibu terus mengalami batuk yang tak kunjung sembuh sehingga melaporkannya ke RT dan RW.

3. Rombongan pemudik di Cilacap

Rombongan delapan pemudik yang datang dari Jakarta ke Cilacap naik mobil travel seluruhnya positif terpapar Corona hasil rapid test. Tes terhadap mereka dilakukan sebagai hasil tracing kejadian kakak salah satu pemudik meninggal mendadak setelah menerima pemudik tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi memaparkan kejadian meninggal mendadak itu jadi petunjuk investigasi. Kematian dinilai mengejutkan karena si kakak yang tak pernah ada riwayat dari zona merah meninggal selang beberapa hari setelah dikunjungi pemudik.

"Adiknya (si pemudik) kemudian dilakukan rapid test. Hasilnya positif (Corona)," kata Pramesti.

4. Balita di Garut

Seorang balita berusia dua tahun asal Garut positif COVID-19. Balita itu diduga tertular Corona dari sang ayah yang mudik dari Jakarta.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan, balita jenis kelamin laki-laki berusia 2 tahun 2 bulan tersebut dinyatakan positif setelah hasil pemeriksaan swab testnya muncul. Menurut Helmi kondisi sang balita saat ini normal tanpa gejala.

"Sekarang klinisnya sudah sehat. Namun karena belum dinyatakan negatif, dia harus tetap kita lakukan isolasi," kata Helmi saat dikonfirmasi wartawan.

Helmi menjelaskan, balita tersebut kemungkinan besar tertular virus Corona dari sang ayah yang bekerja di Jakarta. Ayahnya diketahui mudik beberapa minggu lalu.

"Kemungkinan terinfeksi dari orang tuanya yang kerja di Jakarta," katanya.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)