Rabu, 29 Apr 2020 15:02 WIB

Ancaman Kerusakan Paru usai Sembuh dari Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Virus corona: Peneliti dan sukarelawan berupaya ciptakan ventilator sederhana untuk pasien covid-19 Pasien Corona bisa alami risiko jangka panjang setelah sembuh. (Foto: BBC Karangan Khas)
Jakarta -

Dalam sebuah laporan peneliti dalam jurnal Radiology pada Maret lalu, 66 dari 70 pasien COVID-19 yang sembuh dari gejala berat dan sempat mengalami pneumonia menunjukkan tanda-tanda kerusakan paru ketika menjalani pemindaian CT scan. Pemindaian ini dilakukan sebelum pasien dipulangkan dari rumah sakit.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Yuhui Wang, ahli radiologi di Universitas Sains dan Teknologi Huazhong di Wuhan, China, menyebut di antara kerusakan visual yang nampak, ditemukan adanya gumpalan padat jaringan keras yang menghalangi pembuluh darah. Terdapat juga lesi jaringan yang menjadi tanda-tanda potensi penyakit paru kronis.

Kerusakan ini serupa pada pasien yang sembuh dari SARS dan MERS, penyakit yang juga disebabkan oleh virus Corona. Menurut penelitian jangka panjang pada pasien SARS, sekitar sepertiga dari mereka yang pulih mengalami kerusakan paru permanen. Sementara pada pasien MERS, secara umum terdapat kerusakan paru yang ditemukan tujuh bulan setelah sembuh.

"Perbedaannya adalah, bisa jadi pasien COVID-19 yang pulih akan menghadapi masalah yang lebih serius. Jika pada pasien SARS dan MERS, dampaknya hanya terjadi pada satu paru-paru, maka COVID-19 mempengaruhi keduanya," demikian dikutip dari Medical Daily.

Sebanyak 75 dari 90 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Universitas Huazhong dengan kasus pneumonia COVID-19, kerusakan sudah terlihat pada kedua paru-paru. Ketika pemindaian CT dilakukan sebelum dipulangkan, 42 dari 70 pasien menunjukkan jenis lesi di sekitar alveoli yang lebih mungkin berkembang menjadi bekas luka.

Oleh karena itu, perang melawan COVID-19 mungkin tidak berhenti setelah mereka pulih atau saat pandemi mereda. Kondisi penyakit paru kronis tentu dapat mempengaruhi kondisi sesseorang dalam jangka panjang.

Per studi kasus yang dilakukan di Wuhan, ada kemungkinan luka di paru-paru pseun dapat sembuh dan menghilang. Namun beberapa pasien dengan kelainan paru akan mengalami jaringan parut dan berkembang menjadi fibrosis paru.

Sejumlah pasien berisiko mengalami kondisi tersebut, terutama lansia dan pasien dengan penyakit komorbid.



Simak Video "Satgas Jelaskan Prosedur Penjemputan Pasien Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)