Rabu, 29 Apr 2020 16:36 WIB

Viral Remaja 16 Tahun Terindikasi Corona, Meninggal karena Stroke Langka

Anjar Mahardhika - detikHealth
Fabyan Devara Fabyan Devara. Dipublikasikan atas izin keluarga. (Foto: Tangkapan layar : Facebook/Farma Dinata)
Jakarta -

Viral di media sosial cerita seorang remaja berusia 16 tahun di Jakarta meninggal dunia, diduga terpapar virus Corona COVID-19. Remaja tersebut, Fabyan Devara, awalnya didiagnosis gangguan pada saraf yang menyebabkan stroke.

Saat dikonfirmasi detikcom, Farma Dinata, ayah Fabyan membenarkan cerita tersebut. Sebelumnya, Farma yang berprofesi sebagai jurnalis ini menceritakan kisahnya pada akun Facebook pribadinya, pada Senin (27/4/2020), dan tak keberatan untuk membagikan cerita tersebut.

"Ya silahkan, semoga bermanfaat untuk khalayak," kata Farma saat dihubungi detikcom, Rabu (29/4/2020).

Awalnya, Fabyan mengeluhkan tangan kanannya mengalami kesemutan hingga mati rasa yang membuatnya kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Seminggu setelahnya ia mulai menunjukan kebiasaan aneh seperti tidur 20 sampai 23 jam dalam sehari.

Karena kebiasaan anehnya, Farma membawa sang anak ke RS Pasar Rebo, Jakarta Timur. Hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya infeksi virus Corona. Dokter mengatakan adanya gangguan di otak kiri Fabyan.

Hasil test swab belum keluar, namun dokter meyakini kematian akibat COVID karena kerusakan organ terjadi sangat masif dalam waktu singkatFarma Dinata - Ayah Fabyan

Pada 13 April lalu, Fabyan sempat merayakan ulang tahunnya yang ke 16 namun dengan kondisi yang sudah tidak sanggup berdiri. Setelahnya ia mengalami muntah-muntah dan dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Setelah ulang tahun, Fabyan muntah-muntah. Kami khawatir, karena setiap makanan yang disuapi selalu dimuntahkan kembali. Akhirnya kami larikan ke IGD RS terdekat di Pondok Labu, Jakarta selatan. Dokter tak mau merawat inap, meminta kami kembali lagi besoknya untuk periksa ke poli saraf," tulis Farma di akun Facebook.

Fabyan akhirnya dirujuk ke RS Pusat Otak Nasional (PON) di Cawang, Jakarta Timur untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dokter mendiagnosis Fabyan mengalami stroke dan merupakan kejadian langka yang dialami oleh remaja seusianya. Namun, hasil lab dan CT scan terlihat normal pada otaknya.

Semenjak lima hari dirawat, muncul gejala batuk, demam, dan kejang-kejang yang membuat kondisinya semakin memburuk. Setelah dilakukan tes thorax dokter mengindikasikan Fabyan terpapar virus Corona dan harus dipindah ke ruang isolasi. Pada hari ke-4 isolasi Fabyan dinyatakan meninggal pada pukul 04.40 WIB.

"Hasil test swab belum keluar, namun dokter meyakini kematian akibat COVID karena kerusakan organ terjadi sangat masif dalam waktu singkat," tulis Farma.



Simak Video "Punya Gejala Demam Tinggi, Ini Beda DBD dan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)