Rabu, 29 Apr 2020 17:29 WIB

Buka Pijat Plus-Plus Saat Corona, Wanita Singapura Diciduk Polisi

Ayunda Septiani - detikHealth
Deretan Negara yang Kebijakan Ekonominya Keren dalam Hadapi Corona

Pandemi Corona membuat perekonomian di berbagai negara mengalami krisis global. Ada beberapa negara yang telah menerapkan strategi ekonominya dengan matang. Seperti Australia, Malaysia, Singapore dan Jepang. Singapura masih menerapkan kebijakan physical distancing untuk lawan virus Corona. (Foto ilustrasi: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)
Jakarta -

Wanita asal Singapura, Jin Yin, diciduk polisi setelah kedapatan membuka jasa pijat seksual atau biasa disebut pijat plus-plus.

Dilansir dari The Straits Times, Jin ditangkap dengan dakwaan melanggar aturan lockdown terkait virus Corona atau COVID-19 yang ditetapkan pemerintah Singapura sejak 7 April lalu.

Wanita berusia 55 tahun tersebut diduga telah mengiklankan layanan pijat seksual pada 10 April lalu. Dia juga mendapat dua dakwaan lain karena melanggar aturan Massage Establishments Act dengan menjalankan bisnis pijat tanpa izin dan mengiklankannya.

Jin diciduk polisi saat memberikan layanan pijat antara pukul 13.00 dan 14.00 siang waktu setempat, di Salon Kecantikan In-Style di Upper Cross Street.

Sembari berlinang air mata di pengadilan, Jin mengakui bahwa tindakan yang dia lakukan salah dan melanggar peraturan. "Saya tahu saya salah," ujar Jin.

Ini bukan kali pertama ia menghadapi dakwaan serupa. Sebelumnya, pada 2014 dan 2016, dirinya juga sempat dihukum karena melanggar aturan Massage Establishments Act.

Pada pelanggaran pertama, seorang yang dinyatakan bersalah bisa dituntut hukuman dua tahun penjara dan denda maksimal 10 ribu dolar. Sementara pada pelanggaran berulang, hukuman yang dijatuhkan pengadilan akan lebih tinggi, yakni lima tahun penjara dan denda hingga 20 ribu dolar.



Simak Video "Mencontoh Singapura yang Sigap Pandemi Sejak Epidemi SARS"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)