Rabu, 29 Apr 2020 20:18 WIB

Waspada Ancaman Kesehatan karena Kurang Tidur Saat Jalani Ibadah Puasa

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi tidur Jangan sepelekan ancaman kurang tidur. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Damir Khabirov)
Jakarta -

Saat bulan puasa, bukan hanya pola makan yang berubah tapi waktu tidur juga terganggu. Ini karena kita harus rutin bangun dini hari untuk melakukan makan sahur yang tentunya di luar jam tidur sehari-hari.

Selain itu, tidur malam pun akan semakin lambat dari biasanya karena banyak kegiatan yang ingin dilakukan seperti tarawih. Akibatnya, bisa membuat tubuh lesu bahkan mengganggu kesehatan mental dan fisik.

"Makan sahur sebelum jam 4 bisa menyebabkan kekacauan di tubuh. Akibatnya, bisa menimbulkan konsekuensi negatif pada kesehatan fisik dan mental seseorang," ujar psikiater di Priory Wellbeing Centre Dubai, Dr Walid Abdul-Hamid.

Mengutip dari Mvmuslim, ahli spesialis penyakit paru dan obat tidur di Medcare Hospital Dubai, Dr Hady Jerdak, mengatakan jika kurang tidur yang terjadi berulang-ulang bisa berbahaya untuk mental. Misalnya, meningkatkan kadar stres, perubahan mood, dan kecemasan yang berlebih.

"Itu (kurang tidur) juga bisa melemahkan sistem imun yang berfungsi untuk melawan virus, bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2, serta berbagai masalah yang terkait dengan penyakit jantung," jelasnya.

Agar hal tersebut tidak terjadi, Dr Abdul-Hamid memberikan beberapa saran, antara lain:

- Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap harinya, baik lebih awal atau lambat dari jam tidur biasa.

- Hindari tidur siang.

- Jangan makan berlebihan sebelum tidur.

- Hindari konsumsi makanan cepat saji atau olahan, karena bisa mempengaruhi kualitas tidur.

- Sering-sering terkena sinar matahari pagi.

- Kurangi paparan sinar lampu saat akan tidur di malam hari.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)