Kamis, 30 Apr 2020 07:32 WIB

Peneliti Inggris Temukan Semprotan Hidung untuk Atasi Virus Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Para peneliti di University of St Andrews 'spin-out company telah melakukan penelitian dan menemukan semprotan hidung, yang dipercaya bisa mengobati infeksi virus Corona COVID-19. Mereka percaya bahwa alat ini bisa sebagai antivirus dan menghentikan virus sampai ke paru-paru, setelah dipastikan positif.

Perusahaan spin-out Universitas St Andrews, Pneumagen, ini telah melakukan tiga studi yang berbasis tes laboratorium secara terpisah untuk mengujinya. Hasilnya, alat ini bisa menghentikan virus SARS-CoV-2 yang diketahui sebagai penyebab dari COVID-19.

Dalam penelitian ini, para ahli menggunakan neumifil dan Modul Pengikat Karbohidrat multivalen (mCBM) dengan teknologi GlycoTarge. Neumifil dan mCBM ini pun sebelumnya sudah pernah dikembangkan untuk pengobatan infeksi saluran pernapasan, termasuk virus influenza (IFV), virus respiratory syncytial (RSV), dan virus Corona.

"Antivirus klasik seperti ini akan benar-benar bekerja untuk menyerang virus. Sedangkan alat kami akan menghambat virus agar tidak masuk ke dalam sel," kata peneliti utama dan profesor biologi di St Andrew, Gary Taylor.

Menurutnya, obat ini akan bekerja dengan menutup reseptor glykan pada saluran udara pernapasan. Dengan cara itu, virus tidak akan masuk dan bisa menjadi revolusi untuk obat infeksi saluran pernapasan.

Mengutip dari Daily Star, Glykan merupakan nama generik dari karbohidrat kompleks yang dibuat dari molekul karbohidrat atau gula. Glykan juga melapisi sel-sel yang ada dipermukaan virus tersebut.

"Dari hasil penelitian mCBM, menunjukkan bahwa pengikatan glykan bisa berpotensi mencegah dan mengobati infeksi yang disebabkan oleh COVID-19, ujar Kepala eksekutif Pneumagen, Douglas Thomson.

"Ini bisa memblokir akses virus ke sel paru-paru yang bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Kami dengan cepat akan memulai uji klinis untuk pencegahan dan pengobatan COVID-19," imbuhnya.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)