Kamis, 30 Apr 2020 11:36 WIB

Risiko Stroke pada Pasien Corona Usia Muda dan Bergejala Ringan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Doctor and patient using digital tablet Ilustrasi otak (Foto: iStock)
Jakarta -

Virus Corona tampaknya menyebabkan stroke mendadak pada pasien muda di usia 30-an dan 40-an meski tidak mengalami gejala parah dari COVID-19. Ada bukti bahwa infeksi COVID-19 dapat menyebabkan darah menggumpal yang menyebabkan stroke.

Thomas Oxley, ahli bedah saraf di RS Mount Sinai, New York, dan rekannya memberikan rincian mengenai kondisi pasien yang mereka rawat dan mengidap stroke. Semuanya berusia di bawah 50 tahun dengan gejala infeksi COVID-19 ringan bahkan tidak memiliki gejala sama sekali. Hasil temuan mereka diterbitkan dalam New England Journal of Medicine.

"Virus itu nampaknya menyebabkan peningkatan pembekuan darah di arteri yang menyebabkan stroke parah," kata Oxley kepada CNN International.

"Laporan kami menunjukkan peningkatan tujuh kali lipat stroke mendadak pada pasien muda selama dua pekan terakhir. Sebagian besar pasien tidak memiliki riwayat penyakit di masa lalu dan berada di rumah karena mengalami gejala ringan atau pada dua kasus, tidak bergejala," tambahnya.

Sangat tidak umum bagi kaum muda mengalami stroke, terutama yang berkaitan dengan penyumbatan pembuluh darah di otak. Stroke pada pembuluh darah besar di otak menyebabkan kerusakan parah jika tidak segera ditangani.

"Setidaknya satu pasien telah meninggal, dan yang lainnya di fasilitas rehabilitasi, perawatan intensif atau di unit stroke. Hanya satu yang pulang tetapi akan membutuhkan perawatan yang intensif," tutur Oxley.

Rata-rata orang yang mengalami stroke di pembuluh darah otak mengalami kondisi serius. Sel otak menjadi mati ketika aliran darah terhenti dan semakin lama tersumbat maka semakin luas kerusakan di otak.

Lebih mengejutkan lagi, dokter tak hanya melihat pembekuan darah d otak. Beberapa pasien juga mengalami pembekuan darah di jantung, paru-paru, dan ginjal.

Sebuah studi dari Belanda yang diterbitkan pada awal April mengamati 184 pasien yang diperiksa ke unit perawatan intensif untuk pneumonia COVID-19. Hampir sepertiga dari pasien tersebut menderita komplikasi trombotik, lebih dikenal sebagai pembekuan darah.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)