Kamis, 30 Apr 2020 17:15 WIB

Disebut Potensial Sebagai Obat Virus Corona, Apa Itu Hydroxychloroquine?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Virus corona: Seberapa cepat vaksin Covid-19 tersedia? Hydroxychloroquine jadi kandidat obat COVID-19. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa hydroxychloroquine atau obat anti-malaria sangat berpotensi untuk mengatasi wabah virus Corona COVID-19. Bahkan obat ini telah digunakan untuk merawat 4.000 pasien Corona di New York.

Dalam beberapa kasus, penggunaan hydroxychloroquine dikombinasikan dengan obat lainnya, seperti antibiotik Zithromax atau azithromycin. Hasil yang diberikan pun cukup menjanjikan.

Apa sih hydroxychloroquine itu?

Hydroxychloroquine adalah obat quinoline yang digunakan untuk mengobati atau mencegah penyakit malaria, yaitu penyakit yang disebabkan parasit yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk. Tetapi, obat ini tidak efektif untuk mengatasi semua jenis malaria.

Mengutip Medlineplus, obat ini juga ditujukan untuk anti-rematik. Bisa digunakan untuk mengobati gejala rheumatoid arthritis, untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada radang sendi.

Selain itu, kegunaan lain dari obat ini juga bisa mencegah dan mengobati discoid lupus erythematosus (DLE) suatu kondisi peradangan kronis pada kulit. Dan, systemic lupus erythematosus (SLE) yaitu suatu kondisi peradangan kronis pada tubuh.

Apa ada efek sampingnya?

Seperti obat pada umumnya, hydroxychloroquine juga memiliki efek samping saat mengkonsumsinya. Beberapa efek samping yang biasanya muncul, seperti:

- Sakit kepala
- Mual
- Diare
- Sakit perut
- Pusing
- Kehilangan selera makan
- Muntah
- Ruam

Dilansir dari Drugs, ada beberapa efek samping lain yang jarang terjadi. Misalnya terjadi perubahan pigmen kulit, perubahan rambut, otot lemah, kehilangan penglihatan, hingga gangguan aritmia jantung jika dosisnya tidak sesuai.

Dosis penggunaan

Dalam mengkonsumsi hydroxychloroquine harus sesuai dengan arahan dokter. Jangan mengkonsumsinya kurang atau lebih dari dosis yang diberikan. Bahkan, penggunaan hydroxychloroquine ini hanya diberikan setiap satu minggu sekali atau tergantung arahan yang diberikan.

Untuk mengobati pasien virus Corona, Badan Badan Pengawas Makanan dan Obat Federal telah memberikan izin penggunaan darurat hydroxychloroquine ini. Tapi, obat ini harus melalui penelitian yang lebih lanjut lagi.



Simak Video "Daftar Kontak Mobil Darurat untuk Evakuasi Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)