Kamis, 30 Apr 2020 17:33 WIB

Dokter Uji Hormon Wanita untuk Bantu Pria Sembuh dari Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Inilah Alasan Kondisi Pasien Corona Bisa Tiba-tiba Memburuk di Minggu Kedua Ilustrasi pasien Corona. (Foto: ABC Australia)
Jakarta -

Data dari berbagai belahan dunia melihat pasien wanita lebih mungkin untuk mengalami gejala ringan dan sembuh dari infeksi virus Corona COVID-19 dibandingkan pria. Hal ini membuat ilmuwan memikirkan kemungkinan pengaruh hormon terhadap kejadian infeksi.

Dikutip dari New York Times, tim dokter di dua negara bagian Amerika Serikat menguji teori tersebut dengan melakukan eksperimen menggunakan terapi hormon estrogen dan progesteron pada pasien pria. Kedua hormon ini sering disebut sebagai "hormon wanita" karena berperan dalam fungsi organ seksual wanita.

"Kami mungkin tidak bisa mengerti persis bagaimana estrogen bekerja terhadap COVID-19, namun kita bisa melihat bagaimana kondisi pasien," kata salah satu peneliti dr Sharon Nachman dari Stony Brook University seperti dikutip dari Live Science, Kamis (30/4/2020).

Mengapa peneliti berpikir ada pengaruh hormon dijelaskan karena studi sebelumnya melihat bahwa wanita hamil secara umum lebih tahan terhadap penyakit infeksi diduga akibat pengaruh estrogen dan progesteron.

Kelompok studi di Stony Brook University akan dilakukan pada 110 pasien yang minimal mengalami satu gejala parah infeksi COVID-19, seperti sulit bernapas, demam tinggi, hingga pneumonia. Sebagian pasien akan diberi koyo berisi hormon estrogen dan sebagian lainnya dirawat biasa sebagai kelompok kontrol.

Sementara itu studi di Cedars-Sinai akan dilakukan pada 40 pasien pria yang dikonfirmasi terinfeksi COVID-19 dan dirawat dengan gejala ringan hingga sedang. Setengah dari pasien akan diberikan dua suntikan hormon progesteron setiap hari selama lima hari.



Simak Video "Begini Cara Aman Menyusui Bayi dari Ibu yang Positif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)