Kamis, 30 Apr 2020 19:00 WIB

WHO Sebut Suntik Disinfektan ke Tubuh untuk Lawan Corona Berbahaya

Firdaus Anwar - detikHealth
Coronavirus blood test in hospital laboratory Suntik disinfektan sangat berbahaya bagi tubuh. (Foto: iStock)
Jakarta -

Presiden AS Donald Trump sempat menyinggung soal menyuntikkan disinfektan ke dalam tubuh untuk melawan virus Corona COVID-19. Belakangan ia mengklarifikasi bahwa itu hanya sarkasme, namun ada sebagian orang yang menganggapinya serius dan mengikutinya.

Dampak dari komentar kontroversial Trump itu, banyak warga di negara bagian Maryland yang menanyakan efektivitas mengkonsumsi atau menyuntikkan disinfektan dalam mengobati virus Corona. Gubernur Maryland, Larry Hogan, mengakui kantornya menerima ratusan telepon dari warga yang penasaran.

Negara bagian Illinois juga melaporkan banyaknya panggilan telepon serupa soal suntikan disinfektan. Direktur Kesehatan Publik Illinois, Dr Ngozi Ezike, menyebut beberapa panggilan melibatkan seseorang yang menggunakan larutan berbasis detergen untuk menghilangkan sinus dan seseorang yang berkumur dengan obat kumur dicampur cairan pemutih untuk membunuh kuman.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya memberi klarifikasi bahwa menggunakan disinfektan ke tubuh dengan cara apapun adalah tindakan berbahaya. WHO menegaskan disinfektan hanya disarankan untuk membersihkan permukaan benda.

"Dalam kondisi apapun jangan pernah menyemprot atau mengenalkan pemutih atau disinfektan jenis lain ke dalam tubuh. Senyawa ini beracun bila sampai tertelan dan dapat menyebabkan iritasi serta kerusakan pada kulit dan mata," tulis WHO di Twitter pada 30 April 2020.

"Menyemprot atau mengenalkan pemutih atau disinfektan ke dalam tubuh tidak akan melindungi kamu dari COVID-19. Malah berbahaya," lanjutnya.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)