Jumat, 01 Mei 2020 10:00 WIB

Diduga Corona, Puluhan Mayat dalam Truk Membusuk di Rumah Duka di AS

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sedikitnya empat truk berisi 60 mayat ditemukan di luar sebuah rumah duka di Brooklyn, New York, AS. Mereka adalah korban wabah COVID-19 yang merajalela. Puluhan mayat pasien Corona dibiarkan membusuk. (Foto: AP/Craig Ruttle)
Jakarta -

Polisi menemukan 100 mayat ditumpuk di truk yang tidak didinginkan di luar rumah duka di Brooklyn, pada Rabu (29/4/2020) setelah adanya keluhan dari warga yang terus melaporkan adanya bau busuk di daerah tersebut. Pihak berwenang menemukan truk U-Haul tanpa pendingin yang digunakan untuk menyimpan mayat di depan Rumah Pemakaman Andrew T. Cleckley di Flatlands, Brooklyn, New York, Amerika Serikat.

Laporan ABC News menemukan ada sekitar 50 mayat yang disimpan di setiap truk karena fasilitas rumah duka kewalahan mengimbangi lonjakan jenazah yang luar biasa akibat wabah virus Corona. Polisi menemukan mayat-mayat tersebut telah mengalami pembusukan.

Pemilik rumah duka mengatakan kepada pejabat kota bahwa pendingin mereka berhenti bekerja dan terpaksa menggunakan truk sebagai penyimpanan sementara sembari menunggu proses pemakaman atau kremasi.

Seorang warga menuturkan sudah berminggu-minggu selalu ada truk di depan rumah duka tersebut. "Anda bisa mencium bau kematian," ujarnya.

Rumah duka di seluruh Kota New York telah kewalahan dalam beberapa pekan terakhir selama pandemi coronavirus. Mereka diharuskan menyimpan mayat yang menunggu penguburan atau kremasi dalam kondisi khusus agar mencegah infeksi.

Beberapa rumah duka terpaksa mendatangkan truk pendingin karena tak ada lagi ruang yang tersisa untuk menyimpan mayat dengan benar.

Walikota Bill de Blasio menyebut situasi tersebut sama sekali tidak dapat diterima dan pemerintah akan mengambil langkah untuk mencegah insiden serupa kembali terjadi.

"Aku tidak tahu bagaimana rumah duka bisa membiarkan ini terjadi. Kenapa mereka tidak menginfokan dan pergi ke kantor polisi New York untuk meminta bantuan," tutur Blasio.



Simak Video "WHO Minta Tiap Negara Transparan soal Kasus COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)