Senin, 04 Mei 2020 15:18 WIB

Anggap Lucu Prank Bagi-bagi Makanan Sampah Tandanya Psikis Terganggu

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ferdian Paleka Prank bagi-bagi makanan sampah yang kontroversial (Foto: Tangkapan layar YouTube)
Jakarta -

Prank merupakan tindakan yang masuk ke dalam kategori permainan, yang bertujuan untuk meramaikan atau memeriahkan suasana dengan mengecoh orang lain melalui usaha mengaburkan logika dan realita. Tak jarang prank-prank itu mengundang tawa dari penonton atau orang yang melihatnya.

Namun, tidak semua prank bertujuan seperti itu, ada juga yang malah membuat banyak orang merasa dirugikan. Seperti salah satunya tindakan prank yang dilakukan Ferdian Paleka baru-baru ini, yang membagi-bagikan 'makanan' sampah pada waria dan anak-anak di jalan.

Menurut psikolog dari ProHelp Center, Nuzulia Rahma, orang-orang yang justru terhibur dengan konten atau tren prank seperti itu sampai menertawakannya, bisa jadi memiliki gangguan psikologis.

"Orang yang menertawakan orang lain saat sedang dalam kesusahan artinya ada faktor psikologis yang tidak sehat. Orang tersebut kehilangan empatinya, bisa jadi juga dalam diri orang itu ada luka dalam yang membuatnya menjadi berperilaku buruk," jelasnya pada detikcom, Senin (4/5/2020).

Rahma mengatakan, hal seperti ini di dalam kehidupan sosial adalah sesuatu yang sangat tidak baik. Orang yang punya luka atau gangguan psikologis ini malah menyebarkannya ke orang lain lewat prank ini, begitupun seterusnya.

"Tentu jika ini banyak terjadi atau terjadi secara terus-menerus, akan membuat kehidupan sosial masyarakat menjadi tidak sehat," ujarnya.



Simak Video "Kata Psikolog soal Prank yang Dibuat Ferdian Paleka"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)