Rabu, 06 Mei 2020 03:06 WIB

4 Dampak Buruk Jika Melewatkan Sahur

Anjar Mahardhika - detikHealth
ilustrasi tidur Banyak orang melewatkan sahur karena ketiduran (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Sahur merupakan salah satu elemen penting seseorang sebelum melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Meskipun begitu, ternyata masih banyak orang yang melewatkan sahur dengan berbagai alasan. Baik yang tidak disengaja seperti ketiduran maupun yang disengaja.

Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) dan Konsultan Gizi Royal Sport Performance Center Senayan City, Dr Rita Ramayulis, DCN, MKes, mengatakan pentingnya sahur sebagai makanan utama seseorang ketika berpuasa. Seseorang dianjurkan tidak melewatkan sahur dengan sengaja karena dapat berdampak buruk bagi tubuh.

"Sahur itu keutamaanya adalah salah satu makanan utama kita ketika berpuasa. Jadi makan utama kita itu ada dua, yaitu ketik sahur dan makan malam. Nah makan utama ini adalah upaya kita memenuhi kebutuhan gizi kita sehari," ujar Rita saat dihubungi detikcom, Selasa (5/4/2020).

Rita kemudian mengingatkan, terdapat empat dampak buruk bagi tubuh apabila melewatkan makan sahur.

1. Berisiko kekurangan gizi

Tubuh pada umumnya membutuhkan dua gizi yakni, gizi mikro dan makro. Menurut Rita, seseorang yang melewatkan sahur akan mengalami kekurangan keduanya. Gizi mikro seperti karbohidrat, protein, lemak, dan air. Sedangkan makro berupa vitamin dan mineral.

"Kita akan berisiko kekurangan itu (gizi), karena tidak mungkin kebutuhan sehari kita akan akan gizi makro dan mikro terpenuhi hanya dari satu makan utama," kata Rita.

2. Kekurangan energi

Tujuan makan sahur adalah menjamin keseimbangan energi didalam tubuh ketika berpuasa. Melewatkan sahur menurutnya akan mempengaruhi kondisi tubuh karena kurangnya asupan makanan yang dapat menyebabkan lemas.

"Nah kalau sahur itu tidak kita konsumsi apapun atau melewatkan saja berarti jaminan akan ketersediaan energi itu tidak ada. Jadi kita akan berisiko lebih lelah dan lebih lemas pada saat kita berpuasa tadi," kata Rita.

3. Berisiko dehidrasi

Seseorang yang melewatkan sahur akan berisiko mengalami dehidrasi di saat puasa. Karena kurangnya cairan yang masuk ke dalam tubuh terlebih ketika melewatkan sahur. Tubuh yang terkena dehidrasi ringan akan menjadi lelah, namun ketika mengalami dehidrasi tinggi akan berpengaruh pada kerja sel termasuk imunitas.

"Ketika sahur itu adalah menjaga status rehidrasi tubuh. Ketika kita juga melewatkan sahur maka sangat mungkin kita berisiko dehidrasi," kata Rita.

4. Mengganggu proses pencernaan

Melewatkan sahur juga berakibat terganggunya proses pencernaan dalam tubuh. Hal ini terjadi akibat tubuh tidak melakukan proses pencernaan dalam waktu yang lama.

"Akibatnya akan mudah mengalami gangguan pencernaan termasuk misalnya produksi asam lambungnya meningkat, kemudian mengiritasi dinding lambung, bisa juga kemudian mengganggu proses pencernaan di usus," pungkasnya.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)