Rabu, 06 Mei 2020 13:44 WIB

WHO Desak Semua Negara Selidiki Kasus Corona Pertamanya

Anjar Mahardhika - detikHealth
Selama ini kita mengenal metode untuk menentukan warga terinfeksi virus corona melalui rapid test dan PCR, namun baru-baru ini WHO menyarankan agar tidak mendeteksi COVID-19 menggunakan rapid test. WHO desak seluruh negara selidiki kasus Corona pertamanya. (Foto ilustrasi: Antara Foto)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak beberapa negara untuk selidiki kasus pertama virus Corona di masing-masing negara. Hal ini dilakukan, karena terdapat bukti yang menyatakan telah terjadi infeksi pasien virus Corona di Prancis lebih awal pada Desember lalu.

Penyakit yang kemudian dikenal sebagai virus Corona COVID-19, pertama kali dilaporkan oleh China ke WHO pada 31 Desember. Sebelum akhirnya menyebar ke dunia termasuk Eropa pada Januari.

Sebuah rumah sakit di Perancis memeriksa ulang catatan pasien pneumonia yang pernah dirawat sebelum kasus pertama Corona diumumkan pemerintah. Dari hasil ini ditemukan, telah terdapat pasien yang terinfeksi virus Corona sejak 27 Desember.

Menanggapi hal ini, Juru bicara WHO Christian Lindmeier menyebutkan, temuan ini memberikan gambaran baru tentang penyebaran virus Corona. Ia kemudian menghubungkan riwayat perjalanan pasien tersebut dari China pada Desember sebelum akhirnya pulang ke negaranya dan menderita sakit.

"Temuan ini membantu untuk lebih memahami potensi penularan COVID-19," kata Christian, seperti dilansir Asia One.

Christian kemudianmendong agar semua negara memeriksa catatan kasus pneumonia misterius yang pernah terjadi pada akhir 2019. Hal ini untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai wabah Corona.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)