Rabu, 06 Mei 2020 21:00 WIB

Pada Jarak Satu Meter, Risiko Tertular Corona 10-30 Kali Lebih Tinggi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
BIN menggelar rapid test COVID-19. Rapid tes digelar di Terowongan Kendal, Jakarta, Rabu (6/5/2020). Tak terapkan jarak aman bisa sebabkan penularan Corona yang jauh lebih besar. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta -

Kepala penasihat ilmiah Pemerintah Inggris sekaligus ilmuwan, Sir Patrick John Thompson Vallance, mengatakan bahwa saat menjaga jarak hanya satu meter bisa berisiko tertular virus Corona COVID-19 10-30 kali lebih tinggi.

Menurutnya, jarak dua meter merupakan aturan yang bisa menjadi peluang untuk menghindari risiko tertular. Jika hanya berdiri dengan jarak satu meter dari orang yang terinfeksi, kemungkinan seseorang bisa tertular hanya dalam waktu 6 detik.

"Dalam hal ini, jarak adalah bagian yang sangat penting. Jika hanya berjarak satu meter, itu akan berisiko sekitar 10-30 kali lebih tinggi daripada berjarak dua meter dari orang yang mungkin sudah terinfeksi," jelas Sir Patrick.

Hal ini diungkapkan setelah beberapa perusahaan di negara tersebut mulai mempekerjakan kembali karyawannya. Untuk mencegah penularan, Sekretaris Pertahanan Inggris pun mengatakan bisa dicegah dengan penggunaan masker atau alat pelindung diri (APD).

Meski setuju dengan pernyataan tersebut, Sir Patrick tetap menegaskan jaga jarak dua meter akan lebih aman. Penggunaan masker bisa dijadikan satu pilihan, jika memang situasi tidak memungkinkan untuk seseorang menjaga jarak dengan orang lain.

"Sebagian orang yang sudah terinfeksi virus Corona memang mendapatkan semacam antibodi, tapi bukan berarti mereka kebal," lanjutnya yang dikutip dari Daily Star.

"Tidak ada yang bisa bebas dari risiko virus ini. Tetap jaga jarak dua meter, jauhi tempat atau daerah yang bisa membawa risiko virus, dan yang terpenting kita butuh sistem yang bisa efektif mengawasinya," kata Sir Patrick.



Simak Video "SAGO, Penasihat WHO yang Bertugas Temukan Asal Usul Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)