Kamis, 07 Mei 2020 03:30 WIB

Wajib Tahu, Ini Alasan Tak Boleh Langsung Tidur Usai Makan Sahur

Muhammad Anjar Mahardhika - detikHealth
top view muslim family enjoy the iftar meal dinner together in dining room Berbagai alasan kesehatan yang bisa dialami jika langsung tidur usai sahur. (Foto: iStock)
Jakarta -

Memasuki bulan suci Ramadhan tiap orang mengalami perubahan pola tidur akibat sahur. Banyak orang yang masih mengantuk saat menyantap sahur, sehingga akan kembali memilih tidur setelahnya.

Ternyata langsung tidur setelah makan sahur dapat berdampak buruk bagi tubuh, karena dapat mengganggu proses pencernaan. Berikut 4 bahaya yang ditimbulkan bagi tubuh.

1. GERD

Penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dapat timbul ketika kamu tidur setelah makan sahur. Ini terjadi akibat makanan yang kamu makan tidak tercerna baik oleh tubuh. Posisi tidur akan membuat katup lambung dan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya sehingga memungkinkan asam lambung naik ke tenggorokan dan menciptakan sensasi terbakar.

2. Berat badan bertambah

Kondisi ini dapat terjadi akibat kamu mengkonsumsi lebih banyak kalori dibanding yang dibakar. Berpuasa juga mengurangi aktivitas yang dapat semakin menimbun lemak pada tubuh. Ini sebabnya saat puasa Ramadhan, berat badan akan semakin bertambah bukan berkurang.

Terlebih saat sahur kamu makan makanan berjenis karbohidrat yang lambat dicerna oleh tubuh. Makanan ini nantinya malah akan menjadi lemak yang meningkatkan berat badan.

3. Sembelit

Idealnya tubuh membutuhkan waktu dua sampai tiga jam untuk melakukan pengosongan lambung. Posisi tidur setelah makan berarti dapat menghambat proses pencernaan yang memicu sembelit atau kesulitan buang air besar.

Penting juga buat kamu memilih makanan yang tepat saat sahur. Hindari makanan yang berlemak, mengandung gula dan kafein. mengkonsumsi makanan tersebut dapat meningkatkan risiko sembelit, sebab makanan tidak dapat dicerna dan diserap dengan baik oleh tubuh.

4. Sakit tenggorokan

Salah satu efek lanjutan yang ditimbulkan dari gerd adalah sakit tenggorokan. Rasa sakit di tenggorokan ini ditimbulkan akibat asam lambung yang naik dan menimbulkan sensasi terbakar. Apabila kondisi ini terus dibiarkan akan dapat menimbulkan peradangan.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)