Kamis, 07 Mei 2020 10:08 WIB

Yakin Parfum Bisa Cegah Virus Corona, Produsen di Turki Banjir Permintaan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Woman perfume portrait in white dress female model aroma smell. Studio shot. Parfum dipakai sebagai pengganti hand sanitizer karena kandungan alkoholnya. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Umumnya, masyarakat menggunakan cairan antiseptik atau hand sanitizer untuk melindungi diri dari virus Corona COVID-19, tetapi berbeda dengan Turki. Warga negara tersebut lebih mempercayai alkohol dalam parfum yang wangi untuk mencegahnya.

Mengutip VOA News, orang Turki percaya bahwa dengan kandungan alkohol tinggi yang ada di dalam parfum bisa membunuh virus di tangan seseorang. Hal ini membuat produsen parfum hingga ahli kimia lokal kebanjiran permintaan, salah satunya Ziya Melih Sezer.

Saat virus Corona menyebar di seluruh Turki, masyarakat mulai sadar untuk mensterilkan atau membersihkan tangannya secara teratur. Di saat itu lah permintaan parfum mulai meningkat.

"Pada awal virus Corona muncul, permintaan dari masyarakat sangat tinggi. Bahkan kami sempat kekurangan bahan-bahannya," kata Sezer.

Meskipun sudah berusia 89 tahun, ahli kimia tertua di Istanbul, Turki, ini tidak termasuk ke dalam kelompok lansia yang harus menjalani lockdown. Ini disebabkan karena keahliannya meracik obat, ramuan, hingga parfum di apotek milik keluarganya.

Menurut Kementerian Turki, angka kematian di negara tersebut mencapai lebih dari 3.000 orang karena virus ini. 60 persen di antaranya berada di Istanbul.

"Belum pernah ada kejadian seperti ini, tidak sepanik ini. Aku belum pernah mendengar tingkat kematian setinggi itu," ucapnya saat berkomentar terkait jumlah kematian di Turki akibat COVID-19.



Simak Video "Ini Bahayanya Jika Hand Sanitizer Digunakan Terus Menerus"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)