Kamis, 07 Mei 2020 18:01 WIB

Dari Ngantuk Sampai Diare, Ini Akibatnya Bila Buka Puasa Berlebihan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
It is too early for meeting. Closeup portrait sleepy young woman with wide open mouth yawning eyes closed looking bored isolated grey wall background. Face expression emotion body language Ini akibatnya jika buka puasa berlebihan. (Ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Saat berbuka puasa, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang ringan di perut, contohnya seperti air putih. Ini dilakukan secara bertahap agar bisa terhindar dari berbagai permasalahan di perut setelah 13 jam berpuasa.

"Nyeri perut adalah salah satu masalah yang paling sering ditemukan di bulan Ramadhan. Itu terjadi karena kebiasaan makan yang berlebihan saat berbuka puasa," kata Dr Magdi Mohamed, dokter spesialis pengobatan darurat di Burjeel, Abu Dhabi.

Mengutip dari The National, dampak yang terjadi bisa bermacam-macam, seperti nyeri perut, muntah, radang lambung, hingga diare. Terlebih lagi jika makanan yang dikonsumsi terdiri dari gorengan dan memiliki cita rasa pedas.

Saat berpuasa, perut berada dalam keadaan 'mode tidur'. Untuk membangunkannya kembali, harus perlahan. Bisa diawali dengan mengkonsumsi segelas air putih dan makan 2-3 buah kurma.

Menurut Dr Ravi Arora, ahli penyakit dalam dan diabetologis di Rumah Sakit Khusus NMC, Abu Dhabi, jika kebiasaan berbuka puasa secara berlebihan terus berlanjut, dampaknya akan semakin besar.

"Bisa membuat kadar asam lambung meningkat, perut terasa tidak nyaman, kembung, dan gastritis. Tak hanya itu, jika yang dikonsumsi itu makanan berkalori dan karbohidrat tinggi, bisa memicu rasa kantuk, lesu, sampai kenaikan berat badan," jelasnya.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)