Kamis, 07 Mei 2020 20:00 WIB

Ilmuwan Lacak Gelombang Kedua Virus Corona dari Limbah Feses

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
WUHAN, CHINA - JANUARY 31:  (CHINA OUT) A man wears a protective mask as he ride a bicycle across the Yangtze River Bridge on January 31, 2020 in Wuhan, China.  World Health Organization (WHO) Director-General Tedros Adhanom Ghebreyesus said on January 30 that the novel coronavirus outbreak has become a Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).  (Photo by Stringer/Getty Images) Ilmuwan mengklaim bisa melacak gelombang kedua virus corona lewat feses. (Ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Para ilmuwan mengklaim dengan mempelajari feses atau kotoran manusia bisa menjadi kunci untuk menghentikan gelombang kedua virus Corona COVID-19. Menurut mereka, dengan mempelajari limbah di dalam saluran pembuangan di seluruh dunia, bisa melihat tingkat orang-orang yang terinfeksi.

"Pasien yang terinfeksi bisa mengeluarkan virus Corona itu di dalam fesesnya. Dari sistem pembuangan kota lah kami bisa melihat dan mendapat informasi kesehatan manusia yang ada di wilayah tersebut," kata Newsha Ghaeli, pendiri perusahaan epidemiologi Biobot.

Dikutip dari Daily Star, perusahaan tersebut mengumpulkan sampel dari fasilitas air limbah di seluruh dunia. Dengan cara ini mereka percaya bisa mendapat gambaran yang lebih jelas tentang penyebaran virus tersebut dan cara mengatasinya.

Saat ini Biobot sendiri sudah terkumpul sebanyak 300 sampel dari 40 negara bagian Amerika Serikat (AS).

Di Prancis, para peneliti sudah mulai menguji air limbah sejak 5 Maret lalu.

"Air limbah bisa membantu untuk menyelidiki area penyebaran virus. Tidak dengan menguji per orang, tetapi satu area sekaligus," jelas Vincent Marechal, ahli virologi.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)